Senin, 22 Juni 2020

JANGAT TAKUT KEWALAT KEPADA GURU YANG TUKANG FITNAH

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Tidk sedikit dari para santri, termasuk teman-teman sy, yang tidak mau berjuang untuk menegakkan khilafah rosyidah bersama HTI, padahal mereka telah mengerti bahwa HTI adalah baik, benar dan tidak sesat. Semua itu terjadi hanya karena gurunya tidak memberi izin, karena gurunya termasuk yang memitnah HTI, dan mereka takut kewalat kepada gurunya itu.

Padahal guru (kiai atau ustadz) yang telah terbukti sebagai tukang fitnah, dengan menolak formalisasi Islam Kaffah melalui penegakkan khilafah atau dengan menyalahkan dan menyesatkan jama'ah yang sedang berjuang menuju kesana seperti HTI, guru seperti ini sedikitpun tidak bisa ngewalati kepada santrinya, justru dia sendiri yang bisa kewalat oleh santrinya yang berjuang dengan ikhlas dan hanya takut kepada Alloh saja dalam perjuangannya. Karena fitnah itu pasti akan kembali kepada tukang fitnah. Rosululloh saw bersabda:

يوشك أن يأتي على الناس زمان لا يبقى من الإسلام إلا اسمه ولا يبقى من القرآن إلا رسمه مساجدهم عامرة وهي خراب من الهدى علماؤهم شر من تحت أديم السماء (أي ما يظهر من السماء)  من عندهم تخرج الفتنة وفيهم تعود (شعب الإيمان للإمام البيهقي ج٤ ص٤٢٣). 
"Hampir-hampir akan datang kepada manusia suatu zaman dimana tidak tersisa dari Islam kecuali namanya, dan tidak tersisa dari Alqur'an kecuali tulisannya. Masjid-masjid mereka ramai dan megah, tetapi kosong dari petunjuk. Dan ulama mereka seburuk-buruk makhluk di bawah kolong langit. Dari (mulut-mulut) ulama-lah akan keluarnya fitnah, dan kepada ulama-lah akan kembalinya (bahaya) fitnah". (HR Imam Baihaqi, Syu'ubul Iman, 4/423).

Perhatikan kalimat hadis ini, "Dan ulama mereka seburuk-buruk makhluk di bawah kolong langit. Dari (mulut-mulut) ulama-lah akan keluarnya fitnah, dan kepada ulama-lah akan kembalinya (bahaya) fitnah".

Jadi bahaya fitnah itu hanya akan kembali kepada situkang fitnahnya, tidak kepada yang terfitnahnya. Justru pihak terfitnahnya yang benar dan sabar akan diangkat derajatnya oleh Alloh dan akan menjadi terkenal. Fitnah adalah kesalahan dan kejatuhan bagi pelakunya, dan ujian dan tangga untuk naik derajat bagi yang terfitnah. Dan fitnah itu laksana batu asahan yang menajamkan pisau atau belati, tetapi ia sendiri terus terkikis dan tergerus hingga tipis lalu habis. Maka alangkah buruk dan ruginya menjadi batu asahan, dan betapa baik dan beruntungnya menjadi pisau atau belati.

Kita harus yakin dengan seyakin-yakinnya, bahwa Yang punya agama (Islam) adalah Alloh, Yang punya surga dan neraka adalah Alloh, dan Yang memberi manfaat dan bahaya adalah Alloh. Maka kita harus menolong dan memperjuangkan agama Alloh, bukan agamanya guru, dan harus takut dan mengharap kepada neraka dan surganya Alloh, bukan neraka dan surganya guru.

Apalagi guru yang hanya menjadikan agama sebagai ladang kehidupannya yang siap ditanami dan dipaneni kapan saja dan apa saja, dan menjadikan santri sebagai barang dagangannya yang siap ditawarkan dan dijual kemana saja, terutama di musim pemilu tiba.

TAKUTLAH KEPADA ALLAH YANG PUNYA AGAMA, SURGA DAN NERAKA. JANGAN TAKUT KEPADA GURU YANG MENJUAL AGAMA, SURGA DAN NERAKA.

GURU YANG ULAMA SHOLIHIN DAN YANG MUKHLIS TIDAK AKAN MENJADI PENGHALANG BAGI PERJUANGAN MENUJU ISLAM KAFFAH MELALUI TEGAKNYA KHILAFAH ROSYIDAH.

0 komentar:

Posting Komentar