Jumat, 11 Oktober 2019

BODOH BERLIPAT, JAHLUN MUROKKABUN, ORANG - ORANG YANG MENYAMAKAN HTI DENGAN PKI



Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Kenapa disebut bodoh berlipat ? Karena tidak tahu hakekat HTI, tidak tahu hakekat PKI, tidak tahu titik temu antara HTI dan PKI dimana dengannya keduanya harus disamakan.

● Tidak tahu kalau HTI itu berakidah dan berayariah Islam, berideologi Islam yang melahirkan sistem pemerintahan Islam yaitu khilafah, sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, sistem pergaulan Islam, sistem uqûbat ( sanksi hukum ) Islam, dan sistem politik dalam dan luar negeri Islam yang bertumpu pada futuhat yang isinya adalah dakwah dan jihad untuk menebarkan keadilan dan kerahmatan Islam. Ingat, futuhat itu tidak sama dengan penjajahan.

Sementara PKI berakidah meterialisme (almadiyah) yang menganggap meteri adalah azali dan mengingkari adanya Allah Sang Khôkiq, berideologi komunisme yang malahirkan sistem pemerintahan komunis, sistem ekonomi komunis bareng-bareng plus kapitalis, sistem pendidikan komunis yang menganggap agama adalah candu masyarakat yang merusak dan harus dibuang jauh-jauh, sistem pergaulan komunis yang bebas gaul antara laki-laki dan perempuan, bahkan untuk membuat anak bareng-bareng, sistem sanksi hukum komunis yang jauh dari keadilan Tuhan dan sesuai hawa nafsu manusia, dan sistem politik dalam dan luar negeri komunis yang standarnya hanyalah mencari manfaat dan keuntungan dunia dengan menekankan terhadap penjajahan ekonomi, tidak berbeda dengan ideologi kapitalisme yang berkarakter menjajah, tapi dengan semua bentuk penjajahan.

● Tidak tahu kalau HTI itu memakai dalil-dalil syar'iy atau hikum-hukum Allah dalam semua pemikiran ideologinya dan dalam semua yang memancar dari ideologinya. Dalil-dalil syar'iy itu adalah Alqur'an, Assunnah, Alijmak dan Alqiyas. Dalil-dalil syar'iy bagi HTI itu bukan kedok untuk meraih kekuasaan, dan bukan tipuan untuk meraih dukungan dari kaum muslimin, sebagaimana dituduhkan oleh kaum Aswaja Sekular dll. yang sok tahu.

Sementara PKI itu dalam semua pemikiran ideologinya dan dalam semua yang memancar dari ideologinya hanya memakai dalil akal-akalan hawa nafsu angkara murka manusia yang mengingkari keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, Allah Yang Ahad, Allah Alkhôliq. Maka bagi PKI hukum Allah itu tidak ada. Wong Tuhannya saja tidak ada, apalagi hukum-Nya. Menurut hemat penulis, orang-orang komunis itu bukan tidak bertuhan, tetapi salah dalam menemukan tuhan. Karena mereka justru mempertuhankan para pembesarnya sampai ada yang dijadikan patung.

● Tidak tahu kalau HTI itu tujuan politiknya adalah untuk meraih kekuasaan untuk menerapkan ideologi Islam dengan semua yang berkembang atau memancar dari padanya; untuk melanjutkan kehidupan Islam. Yakni menjadikan hukum-hukum Allah bisa diterapkan (ditathbîq) dan dilaksanakan (ditanfîdz) untuk mengatur kehidupan, masyarakat dan negara. Jadi kehidupan kaum Muslimiin, baik pribadi, bermasyarakat maupun bernegara, semuanya diatur dengan hukum-hukum Allah, yakni dengan syariat Islam.

Sementara PKI tujuan politiknya semata-mata untuk meraih kekuasaan untuk menerapkan ideologi komunisme dengan semua yang berkembang atau memancar dari padanya. Dimana kehidupan, masyarakat dan negara semuanya diatur dengan hukum-hukum produk hawa nafsu manusia ankara murka dan jauh dari hukum-hukum Allah Tuhan Yang Maha Esa, Allah Ahad, Allah Alkhôliq.

● Tidak tahu kalau metode politik meraih kekuasaan HTI itu dengan revolusi pemikiran, dengan dakwah tanpa kekerasan. Karena revolusi pemikiran itu telah ditempuh oleh Rasulullah SAW bersama sahabat. Revolusi pemikiran itu dalam mengenalkan Islam sampai kepada dakwah menegakkan daulah islamiyah yang disebut sebagai pase mekkah. Setelah daulah islamiyah tegak, baru dimulailah jihad fi sabilillah, dalam rangka menyebarkan keadilan islam, yang disebut sebagai futuhat yang isinya adalah dakwah dan jihad. Jihad itu untuk mengawal dan melindungi dakwah ketika berhadapan dengan kekuatan fisik.

HTI juga kalau teliti dari sumbernya yang orisinil milik Hizbut Tahrir, bukan dari qîla wa qôla, telah dan sedang meneladani metode dakwah Rasulullah SAW pada pase mekkah. Yaitu melakukan revolusi pemikiran, dari pemikiran yang memancar dari ideologi kapitalisme dan sosialisme komunisme, menuju pemikiran yang memancar dari ideologi Islam semata. Dakwah HTI itu tanpa memakai kekerasan pisik. Sampai khilafah benar-banar tegak. Setelah khilafah tegak nanti, masalah futuhat yang isinya dakwah kepada Islam Kaffah dan jihad fi sabîlillah untuk meninggikan agama-Nya dan untuk menebarkan keadilan Islam, sudah bukan urusan dan tugas Hizbut Tahrir lagi, tetapi sudah menjadi urusan dan tugas khalifah dalam khilafah nya.

Sementara fakta metode politik meraih kekuasaan PKI diberbagai negara komunis, adalah dengan revolusi fisik dan berdarah, dimana sebelum revolusi itu berlangsung, metode adudomba, menyebar hoax dan fitnah adalah lazim dilakukan oleh partai komunis manapun, seperti oleh PKI atau PKC. Setelah negara komunis berdiri, semua produk hukum dan undang - undang yang memancar dari agama akan dihapus dan digantikan dengan hukum dan undang - undang produk hawa nafsu manusia yang atheis, umat beragama tambah dipaksa meninggalkan agamanya, dihalangi ibadahnya, dianiaya, dizalimi, dipersekusi, dieksekusi, sampai direnggut nyawanya secara sadis, sebagaimana terjadi atas muslimiin Uighur di negara komunis Cina.

● Tidak tahu bahwa menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain, baik keseluruhannya maupun sebagiannya, harus dengan titik temu yang dominan yang mencakup keseluruhannya untuk menyamakan keseluruhan atau sebagiannya untuk menyamakan sebagian. Dan titik temu itu bukan karakter alamiah dan natural. Sementara titik temu tersebut antara HTI dan PKI itu tidak ada, selain karakter yang bersifat alamiah dan natural, seperti mengumpulkan massa dalam unjukrasa atau demo. Penyamaan dengan titik temu yang alamiah dan natural itu seperti menyamakan manusia dengan monyet atau babi, karena sama punya jari lima, dua mata, satu mulut, suka pisang dll.

Terkait penyamaan HTI dengan PKI, baik secara keseluruhan maupun sebagiannya, harus dengan titik temu yang dominan dan mendasar berupa akidah dengan syariahnya, atau ideologi dengan semua yang berkembang atau memancar dari padanya, metode yang dipakai untuk menerapkan ideologi, juga tujuan dari politik meraih kekuasaan yang akan menerapkan ideologinya. Sedang teknis, sarana dan prasarananya itu tidak termasuk titik temu yang dominan dan mendasar, karena termasuk perkara alamiah dan natural. Dan semuanya itu, sebagaimana telah dijelaskan diatas, tidak ada satupun yang sama dan bisa menjadi titik temu untuk penyamaan, semuanya saling kontradiksi antara punya HTI dan punya PKI.

● Tidak tahu kalau sistem pemerintahan Islam yang ditawarkan HTI untuk kebaikan Indonesia bahkan dunia, adalah lebih baik dari semua sistem pemerintahan yang di dunia saat ini, adalah lebih baik dari sistem demokrasi dengan berbagai jenisnya dan komunis - sosialis dengan berbagai coraknya, karena khilafah itu datang dari Dzat Pemilik bumi nusantara bahkan pemilik dunia seluruhnya. Allah Tuhan yang telah menciptakan kehidupan, bumi dan manuisa, maka hanya Allah lah yang berhak mengatur dan memerintah terhadap kehidupan, bumi dan manusia, melalui khalifah sebagai wakil-Nya, khalifah sebagai kepemimpinan kaum umum bagi kaum muslimiin diseluruh dunia, untuk mengatur dan memerintah kehidupan, bumi dan manusia dengan syariat-Nya. Kalau kita yakin bahwa khilafah adalah ajaran Islam yang datang dari Allah,  maka kita yakin Indonesia dan dunia akan menjadi baik dan barokah diatur dengan khilafah. Karena hanya Allah Yang Maha tahu dengan karakter kehidupan, bumi dan manusia.

Sementara sistem pemerintahan komunis dan lainnya, hanyalah datang dari angan-angan manusia yang dikuasai oleh syahwat hawa nafsu angkara murka yang penuh dengan kepentingan duniawinya, manusia yang tidak mampu mengetur dirinya sendiri, manusia yang tidak tahu dengan semua organ tubuhnya serta rahasia kehidupan yang tersimpan didalamnya, manusia yang tidak tahu berapa jumlah bulu kumisnya apalagi dengan bulu kepalanya. Jadi untuk mengatur dirinya sendiri saja tidak mampu, bagaimana mampu mengatur bumi nusantara yang didalamnya terdapat ratusan juta manusia yang beragam kepentingannya. Jelas sampai kapanpun sistem pemerintahan selain khilafah tidak akan mampu mengatur bumi nusantara ini. Justru selain khilafah memiliki karakter merusak terhadap bumi nusantara dan manusia di dalamnya.

● Jadi orang-orang atau kelompok yang telah, sedang dan terus menyamakan HTI dengan PKI, mereka adalah orang - orang atau kelompok yang layak disematkan kepada mereka narasi bodoh berlapis, jahlun murokkabun. Karena jurang perbedaan antara HTI dan PKI sangat menganga seperti antara langit dan bumi, antara barat dan timur. Dipandang dari sisi manapun dan sampai kapanpun HTI dan PKI tidak bisa disamakan, kecuali bagi mereka yang tidak bisa membedakan antara manusia dan monyet karena sama punya satu mulut, satu hidung, dua mata, dua telinga, dan suka pisang. Wallohu A’lamu Bishshawâb. [].

0 komentar:

Posting Komentar