Senin, 09 September 2019

SATU KHALIFAH UNTUK KAUM MUSLIMÎN DI SELURUH DUNIA

(Maaf, Tulisan Ini Bukan Untuk Mengokohkan Khilafah Organisasi Seperti Khilafatul Muslimîn Dan Khilafah Palsu Seperti Khilafah ISIS ).

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Tidak boleh ada di seluruh dunia kecuali seorang khalifah, yakni kaum muslimîn di seluruh dunia hanya boleh memiliki seorang khalifah, dan haram memiliki lebih dari seorang khalifah. Di bawah adalah dalil-dalilnya dari Assunnah :

1- Rasulullah SAW bersabda :
وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ، وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ، فَلْيُطِعْهُ إِنِ اسْتَطَاعَ، فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الآخَر. رواه مسلم عن عبدالله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما
"Dan siapa saja yang telah membaiat seorang imam (khalifah) lalu ia telah memberikan kepada imam uluran tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia taat kepada imam selagi ia mampu. Lalu apabila datang orang lain yang merebut kekuasaannya, maka penggallah leher yang lain itu". HR Muslim dari Abdullah bin 'Amru bin 'Âsh ra.

2- Rasulullah SAW bersabda :
مَن أتاكُمْ وأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ علَى رَجُلٍ واحِدٍ، يُرِيدُ أنْ يَشُقَّ عَصاكُمْ، أوْ يُفَرِّقَ جَماعَتَكُمْ، فاقْتُلُوهُ. رواه مسلم عن عرفجة رضي الله عنه
"Siapa saja orang yang datang kepada kalian, sedang perkara kalian bersatu di atas seorang laki-laki, dia hendak memecah tongkat kalian atau memecah-belah jama'ah kalian, maka bunuhlah orang itu". HR Muslim dari Arfajah ra.

3- Rasulullah SAW bersabda :
كَانَت بَنُو إسرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ الأَنْبياءُ، كُلَّما هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبيٌّ، وَإنَّهُ لا نَبِيَّ بَعدي، وسَيَكُونُ بَعدي خُلَفَاءُ فَيَكثُرُونَ، قالوا: يَا رسول اللَّه، فَما تَأْمُرُنَا؟ قَالَ: أَوفُوا بِبَيعَةِ الأَوَّلِ فالأَوَّلِ، ثُمَّ أَعطُوهُم حَقَّهُم، وَاسأَلُوا اللَّه الَّذِي لَكُم، فَإنَّ اللَّه سائِلُهم عمَّا استَرعاهُم . متفقٌ عليه عن أبي هريرة رضي الله عنه
"Dahulu Bani Israel urusan politiknya dipimpin oleh para nabi, ketika seorang nabi wafat maka diganti oleh nabi yang lain, dan sesungguhnya tidak ada nabi lagi setelahku. Dan setelahku akan ada para khalifah lalu mereka berjumlah banyak". Sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah, lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?". Beliau bersabda : "Penuhilah baiat kepada khalifah yang pertama, lalu khalifah yang pertama. Kemudian berikanlah kepada mereka haknya, dan mintalah kepada Allah hak kalian. Maka sesungguhnya Allah akan menanyai mereka terkait urusan rakyatnya yang diserahkan kepada mereka". Hadits Muttafaq 'Alaih dari Abu Hurairah ra.

4- Rasulullah SAW bersabda :
إذا بويع لخليفتين فإقتلوا الآخر منهما. رواه مسلم عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه
"Ketika telah dibaiat dua orang khalifah, maka bunuhlah khalifah terakhir dari keduanya". HR Muslim dari Abi Said Alkhudri ra.

5- Rasulullah SAW bersabda :
إنه ستكون هنّات و هنّات فمن أراد أن يفرّق أمر هذه الامة وهي جميع فاضربوه بالسّيف كائنا من كان. رواه مسلم عن عرفجة رضي الله عنه
"Sesungguhnya akan ada banyak fitnah dan banyak fitnah, maka siapa saja yang berkehendak memecah-belah urusan ummat ini, sedang mereka bersatu, maka penggallah lehernya dengan pedang, siapapun dia orangnya". HR Muslim dari Arfajah ra.

MAKNA HADITS

Terkait makna hadits-hadits diatas, Imama Nawawi didalam Syarhu Muslim-nya berkata :
فيه الأمر بقتال من خرج على الإمام، أو أراد تفريق كلمة المسلمين، ويُنهى عن ذلك، فإن لم ينته قوتل، وإن لم يندفع شره إلا بقتله، فقتل كان هدراً، فقوله صلى الله عليه وسلم: "فاضربوه بالسيف" وفي الرواية الأخرى "فاقتلوه" معناه: إذا لم يندفع إلا بذلك
"Padanya ada perintah memerangi siapa saja orang yang memberontak terhadap imam, atau berkehendak memecah-belah kalimat (persatuan) kaum muslimîn. Ia harus dicegah dari hal itu. Lalu apabila tidak tercegah, maka ia diperangi. Dan apabila kejahatannya tidak tertolak kecuali dengan membunuhnya, maka ia dibunuh secara sia-sia (tidak ada qishosh maupun diyat). Sabda Nabi "maka penggallah lehernya dengan pedang", dalam riwayat lain "maka binuhlah ia", maknanya; apabila keburukannya tidak bisa tertolak kecuali dengan dibunuh".

PENDAPAT ULAMA TERKAIT KESATUAN KHALIFAH

●Imam Nawawi rh didalam Syarhu Muslim-nya berkata :
اتفق العلماء على أنه لا يجوز أن يعقد لخليفتين من عصر واحد سواء اتسعت دار الإسلام أم لا، وقال إمام الحرمين في كتابه الإرشاد: قال أصحابنا لا يجوز عقدها لشخصين، قال: وعندي أنه لا يجوز عقدها لاثنين في صقع واحد، وهذا مجمع عليه، قال: فإن بعد ما بين الإمامين وتخللت بينهما شسوع فللاحتمال فيه مجال، قال: وهو خارج من القواطع، وحكى المارزي هذا القول عن بعض المتأخرين من أهل الأصل وأراد به إمام الحرمين، وهو قول فاسد مخالف لما عليه السلف والخلف ولظواهر إطلاق الأحاديث. انتهى.
"Ulama telah sepakat bahwasanya tidak boleh diakad baiat kepada dua orang khalifah dari satu masa, sama saja Dârul Islam itu luas atau tidak. Imam Haramain dalam kitab Al Irsyad-nya berkata: "Ashhâb kami berkata: " Tidak boleh akad khilafah kepada dua orang". Imam Haramain berkata: "Menurutku, sesungguhnya tidak boleh akad khilafah kepada dua orang didalam satu wilayah dan ini mujmak 'alaih". Imam Haramain berkata: "Apabila jarak diantara dua imam itu jauh atau diantara keduanya terdapat jarak yang sangat jauh, maka bisa masuk kemunkinan (bolehnya akad khilafah kepada dua orang)". Imam Haramain berkata: "Tersebut itu keluar dari perkara yang pasti-pasti". Dan Almârizi menceritakan pendapat tersebut dari sebagian ulama muta’akhir dari ahli ushul dan ia menghendaki Imam Haramain. Tersebut adalah pendapat yang rusak yang menyalahi pendapat ulama salaf dan kholaf, dan karena kemutlakan zhohirnya hadits-hadits (terkait larangan akad imamah/ khilafah kepada dua orang)".

●Syaikh Abdul Wahhâb Asysya'roni Asysyâfi'iy, ulama abad 10 H, didalam kitab Almîzân Alkubrô-nya dalam bab hukmil bughôt berkata :
اتفق الأئمة على أن الإمامة فرض وأنه لا بد للمسلمين من إمام يقيم شعائر الدين وينصف المظلومين من الظالمين وعلى أنه لا يجوز أن يكون على المسلمين في وقت واحد في جميع الدنيا إمامان لا متفقان ولا مفترقان
"Para Imam Mujtahid telah sepakat bahwa imamah ('uzhmâ /khilafah) adalah fardhu. Bahwasanya kaum Muslimîn harus memiliki seorang imam yang menegakkan syiar-syiar agama dan memberi keadilan kepada orang-orang yang terzalimi dari orang-orang yang zalim. Dan bahwasanya tidak boleh ada atas kaum Muslimîn dalam waktu yang sama di seluruh dunia dua orang imam, tidak boleh dua imam yang bersepakat dan tidak boleh dua imam yang berselisih".

●Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Abdurrohman Addimasyqiy Al'utsmaniy Asysyâfi'iy, ulama abad 8 H, didalam kitab Rohmatul Ummah-nya dalam bab Albaghyu berkata :
اتفق الأئمة على أن الإمامة فرض وأنه لا بد للمسلمين من إمام يقيم شعائر الدين وينصف المظلومين من الظالمين وعلى أنه لا يجوز أن يكون على المسلمين في وقت واحد في الدنيا إمامان لا متفقان ولا مفترقان
"Para Imam Mujtahid telah sepakat bahwa imamah ( 'uzhmâ/khilafah) adalah fardhu. Bahwasanya kaum Muslimîn harus memiliki seorang imam yang menegakkan syiar-syiar agama dan memberi keadilan kepada orang-orang yang terzalimi dari orang-orang yang zalim. Dan bahwasanya tidak boleh ada atas kaum Muslimîn dalam waktu yang sama di dunia dua orang imam, tidak boleh dua imam yang bersepakat dan tidak boleh dua imam yang berselisih".

●Sayyid Muhammad Amîn Katabi didalam ta'liq kitab Bulûghul Marôm dalam bab Qitâli Ahlil Baghyi berkata :
اتفق الأئمة الأربعة على أن الإمامة فرض، وأنه لا بد للمسلمين من إمام يقيم شعائر الدين وينصف المظلومين من الظالمين، وعلى أنه لا يجوز أن يكون للمسلمين في وقت واحد في جميع الدنيا إمامان لا متفقان ولا مفترقان
"Para Imam Mujtahid yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi’iy dan Ahmad) telah sepakat bahwa imamah ('uzhmâ /khilafah) adalah fardhu. Bahwasanya kaum Muslimîn harus memiliki seorang imam yang menegakkan syiar-syiar agama dan memberi keadilan kepada orang-orang yang terzalimi dari orang-orang yang zalim. Dan bahwasanya tidak boleh ada atas kaum Muslimîn dalam waktu yang sama di seluruh dunia dua orang imam, tidak boleh dua imam yang bersepakat dan tidak boleh dua imam yang berselisih".

●Syaikh Taqiyyuddin Annabhani di dalam kitab Asysyakhshiyyah juz 2 dalam bab Wihdatul Khilafah setelah mendatangkan sejumlah hadits-hadits terkait berkata :
لا يجوز أن يكون في الدنيا إلا خليفة واحد... وإذا عقدت الخلافة لخليفتين في بلدين في وقت واحد لم تنعقد لهما لأنه لا يجوز أن يكون للمسلمين خليفتان. ولا يقال البيعة لأسبقهما لأن المسألة إقامة خليفة وليست السبق على الخلافة ولأنها حق المسلمين جميعا وليست حقا للخليفة، فلا بد أن يرجع الأمر للمسلمين مرة ثانية ليقيموا خليفة واحدا إذا أقاموا خليفتين . ولا يقال يقرع بينهما لأن الخلافة عقد والقرعة لا تدخل في العقود
"Tidak boleh ada di dunia kecuali satu khalifah ... Ketika telah diakad khilafah untuk dua khalifah di dua negeri dalam satu waktu, maka khilafah tidak sah bagi keduanya, karena tidak boleh ada dua khalifah bagi kaum Muslimîn. Tidak bisa dikatakan; "Baiat itu bagi yang lebih dahulu dari keduanya", karena problemnya adalah menegakkan khalifah, bukan kompetisi atas khilafah. Karena khilafah adalah hak bagi kaum Muslimîn semuanya, bukan hak bagi khalifah. Maka urusannya harus dikembalikan kepada kaum Muslimîn pada kali kedua, supaya mereka bisa menegakkan satu khalifah, ketika mereka telah menegakkan dua khalifah. Dan tidak bisa dikatakan; "Diundi diantara keduanya", karena khilafah adalah akad, sedang undian tidak masuk ke dalam akad".

Walhasil :

Ternyata para ulama mujtahid telah sepakat, satu kata dan satu nada, bahwa kaum Muslimîn di seluruh dunia hanya boleh memiliki satu khalifah. Dengan demikian, khalifah itu bukan raja, bukan perdana menteri, dan bukan presiden. Karena ketika khalifah itu presiden, maka harus ada puluhan presiden di dunia yang harus dibunuh. Karena sejumlah hadits tentang kesatuan khalifah di atas sampai saat ini belum dinasakh dan tidak akan bisa dinasakh dimana semuanya sudah final final final dan berlaku sampai Alqur'an diangkat, sampai agama Islam diangkat, sampai ilmu diangkat, yakni sampai menjelang kiamat kubrô. Wallohu A’lamu Bishshawâb. [].

0 komentar:

Posting Komentar