Rabu, 29 Mei 2019

IDENTIFIKASI TERHADAP FAKTA SERTA REALITA ASWAJA

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Pendapat ulama yang mengatakan bahwa ASWAJA (Ahlussunnah Waljama’ah) adalah mereka yang dalam bidang fikih mengikuti madzhab empat; Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'iy dan Imam Ahmad. Di bidang tashawuf mengikuti Imam Junaidi al-Baghdady dan Imam Ghazali. Dan di bidang tauhid mengikuti Imam Abul Hasan al-Asy'ary dan Abu Manshur al-Maturidy. Andaikan benar, maka pendapat ulama tersebut harus diposisikan pada posisinya yang benar, tidak boleh dimakan mentah-mentah dan tidak boleh diposisikan tidak pada posisinya, karena dapat menimbulkan fitnah dan kezaliman yang sangat dilarang oleh ajaran ASWAJA sendiri, yaitu syari'at Islam.

Selasa, 21 Mei 2019

KHILAFAH AJARAN ISLAM

Oleh : Dr. Daud Rasyid, Lc., MA

Istilah Khilafah
Khilafah adalah isim syar’i [istilah syariah]. Artinya, Khilafah ini bukan istilah buatan manusia, karena istilah ini pertama kali digunakan dalam nash syariah dengan konotasi yang khas, berbeda dengan makna yang dikenal oleh orang Arab sebelumnya. Sebagaimana kata Shalat, Hajj, Zakat, dan sebagainya. [Lihat, al-Amidi, al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, Juz I/27-28]

Istilah Khilafah, dengan konotasi syara’ ini digunakan dalam hadits Nabi saw. sebagaimana yang diriwayatkan Ahmad bin Hanbal:
(تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ) [رواه أحمد]
“Ada era kenabian di antara kalian, dengan izin Allah akan tetap ada, kemudian ia akan diangkat oleh Allah, jika Allah berkehendak untuk mengangkatnya. Setelah itu, akan ada era Khilafah yang mengikuti Manhaj Kenabian.” [Hr. Ahmad]