Sabtu, 30 Maret 2019

DALIL KHILAFAH DARI ALQURAN

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Kata siapa di dalam Alqur'an tidak ada ayat-ayat yang mewajibkan penegakkan Khilafah ? Kata kelompok liberal pengagung peradaban barat yang sekular.

Di bawah adalah dalil-dalil wajibnya menegakkan Khilafah menurut Imamul Mufassirîn Alqurthubi rh.

Apakah mereka menganggap Imam Qurthubi tidak paham dengan Alqur'an yang ayat-ayatnya menjadi dalil atas wajibnya menegakkan khilafah ? Tokoh-tokoh liberal lebih paham dari Alqurthubi. Sombong apa ngigau ?

Alqurthubi rh berkata :
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” QS al-Baqaroh [2]: 30.

Alqurthubi berkata :
هذه الآية أصل في نصب إمام وخليفة يسمع له ويطاع ، لتجتمع به الكلمة ، وتنفذ به أحكام الخليفة. ولا خلاف في وجوب ذلك بين الأمة ولا بين الأئمة إلا ما روي عن الأصم حيث كان عن الشريعة أصم ، وكذلك كل من قال بقوله واتبعه على رأيه ومذهبه ، قال : إنها غير واجبة في الدين بل يسوغ ذلك ، وأن الأمة متى أقاموا حجهم وجهادهم ، وتناصفوا فيما بينهم ، وبذلوا الحق من أنفسهم ، وقسموا الغنائم والفيء والصدقات على أهلها ، وأقاموا الحدود على من وجبت عليه ، أجزأهم ذلك ، ولا يجب عليهم أن ينصبوا إماما يتولى ذلك
"Ayat ini adalah pangkal dalam mengangkat imam dan khalifah yang didengar dan ditaati, untuk menyatukan kalimat (perbedaan pendapat) dan menerapkan hukum-hukum khalifah (hukum-hukum islam yang diterapkan oleh khalifah, seperti sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pergaulan, sistem pendidikan, sistem uqubat, termasuk sistem politik dalam dan luar negeri). Dan tidak ada khilaf (perbedaan) terkait kewajiban itu diantara umat dan tidak pula diantara para imam. Kecuali riwayat dari ‘Ashamm dimana dia telah tuli dari syariat, begitu pula setiap orang yang berkata seperti perkataannya dan mengikuti pendapat dan madzhabnya. ‘Ashamm berkata: “Sesungguhnya khalifah itu tidak wajib dalam agama, tetapi hanya boleh. Dan bahwa umat, ketika mereka telah menegakkan haji dan jihadnya, berbuat adil diantara mereka, menyerahkan haq dari diri mereka, membagikan harta ghanimah, harta fai dan shadaqoh kepada yang berhak, dan menegakkan hudûd terhadap orang yang wajib dijatuhi hudûd, maka hal tersebut telah mencukupi mereka, dan mereka tidak wajib mengangkat imam yang mengatur semua itu".

Alqurthubi berkata :
ودليلنا قول الله تعالى : {إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً} [البقرة : 30] ، وقوله تعالى : {يَا دَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الأَرْضِ} [ص : 26] ، وقال : {وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَرْضِ} [النور : 55] أي يجعل منهم خلفاء ، إلى غير ذلك من الآي
"Dalil kami (Ahlussunnah Waljama’ah) ialah firman Alloh SWT.: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS Albaqoroh : 30). Dan firman Alloh SWT.: “Hai Daud, Sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi,…”. (QS Shad : 26). Dan Alloh SWT berfirman : “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi,…”. (QS Annûr ayat 55). Yakni Alloh akan menjadikan dari mereka para khalifah. Dan ayat-ayat yang lain".

Alqurthubi berkata :
وأجمعت الصحابة على تقديم الصديق بعد اختلاف وقع بين المهاجرين والأنصار في سقيفة بني ساعدة في التعيين ، حتى قالت الأنصار : منا أمير ومنكم أمير ، فدفعهم أبو بكر وعمر والمهاجرون عن ذلك ، وقالوا لهم : إن العرب لا تدين إلا لهذا الحي من قريش ، ورووا لهم الخبر في ذلك ، فرجعوا وأطاعوا لقريش
"Dan sahabat telah ijmak (sepakat) mendahulukan Abu Bakar Shiddîq setelah terjadi perselisihan diantara sahabat Muhâjirîn dan Anshôr di saqifah Bani Saidah dalam pengangkatan khalifah. Sehingga sahabat Anshôr berkata: “Dari kami ada amîr (pemimpin) dan dari kalian ada amîr”. Lalu Abu Bakar, Umar dan sahabat Muhájirîn menolak hal itu dan berkata kepada Anshôr : “Sesungguhnya orang Arab itu tidak tunduk kecuali kepada perkampungan Quraisy ini”. Dan Muhâjirîn meriwayatkan khabar tentang keutamaan Quraisy itu kepada Anshôr. Lalu Anshôr rujuk dan taat kepada kaum Quraisy".

Alqurthubi berkata :
فلو كان فرض الإمام غير واجب لا في قريش ولا في غيرهم لما ساغت هذه المناظرة والمحاورة عليها ، ولقال قائل : إنها ليست بواجبة لا في قريش ولا في غيرهم ، فما لتنازعكم وجه ولا فائدة في أمر ليس بواجب. ثم إن الصديق رضي الله عنه لما حضرته الوفاة عهد إلى عمر في الإمامة ، ولم يقل له أحد هذا أمر غيرواجب علينا ولا عليك ، فدل على وجوبها وأنها ركن من أركان الدين الذي به قوام المسلمين ، والحمد لله رب العالمين. {تفسير القرطبي، العلامة المحدث أبو عبدالله محمد بن أحمد بن أبي بكر بن فرح الأنصاري الخزرجي الأندلسي ثم القرطبي رضي الله عنه، 1 / 264}
"Seandainya keperluan imam itu tidak wajib, tidak wajib pada Quraisy dan tidak wajib pada selain Quraisy, maka perdebatan dan perbincangan atasnya tentu tidak boleh terjadi. Dan pasti ada yang berkata; "Sesungguhnya imamah/ khilafah itu tidak wajib, tidak pada Quraisy dan tidak pula pada selain Quraisy. Maka perselisihan kalian tidak punya tujuan dan tidak punya faidah pada perkara yang tidak wajib”. Kemudian Abu Bakar Shiddîq ra. ketika menjelang wafatnya menyuruh Umar menjadi imam. Dan tidak ada seorangpun berkata: “Perkara ini tidak wajib atas kami dan tidak wajib atas kamu”. Maka hal itu menunjukkan atas wajibnya imamah/ khilafah, dan bahwa imamah adalah rukun diantara rukun-rukun agama, yang dengannya kaum muslim dapat bangkit. Walhamdu lillahi rabbil ‘aalamiin”. (Tafsir al-Qurthubi, juz 1, hal. 264).

Kesimpulan:
1- Mengangkat khalifah / menegakkan khilafah adalah wajib.
2- Khalifah dan imam, juga khilafah dan imamah adalah sinonim (satu arti), karena al-Qurthubi sama-sama membicarakan keduanya untuk satu arti. Meskipun tidak menyebut kata khilafah, tapi sudah cukup dari penyebutan imam dan imamah, untuk menyimpulkan kata khalifah dan khilafah.
3- Yang tidak mewajibkan penegakkan khalifah dan khilafah hanya kiai Ashamm (dari Muktazilah) dan kelompoknya.
4- Diantara dalil-dalil wajibnya menegakkan khalifah / khilafah adalah ayat-ayat al-Qur’an (Albaqoroh ayat 30, Shôd ayat 26, dan Annûr ayat 55). Ini adalah pukulan telak terhadap kelompok liberal yang membual bahwa di dalam al-Qur’an tidak ada ayat yang mewajibkan penegakkan khalifah / khilafah.

Wallohu A’lamu Bishshawâb

HAKEKAT FIRQAH MU'TAZILAH (5)

Akidah Hizbut Tahrir adalah Rukun Iman yang Enam.

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Tidak sedikit dari oknum-oknum (saya belum tahu batas oknum itu berapa orang) tokoh Salafiyyah Mulkiyyah Arabiyyah dan kelompok Aswaja Mutakallimin plus Sekular yang melemparkan ruduhan miring dan sinis, lalu diikuti oleh santri, murid, dan pendukungnya, lalu mereka memakannya mentah-mentah ; bahwa Akidah Hizbut Tahrir itu tidak jelas, rukun Imannya hanya ada Lima, akidah Hizbut Tahrir adalah akidah Muktazilah Qodariyyah yang mengingkari Qadar sifat kesempurnaan Allah SWT. Mereka tidak segan-segan mengatakan; bahwa kami seteju dengan perjuangan penegakkan khilafahnya, tapi kami menolak dengan akidahnya ...

Senin, 25 Maret 2019

HAKEKAT FIRQOH MU'TAZILAH (4)

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Mereka, orang-orang yang mengkritik dan menyesatkan pemikiran Syaikh Taqiyyuddin Annabhani pendiri partai politik terbesar di dunia Hizbut Tahrir tidak memahami, bahwa rukun iman keenam, iman kepada Qodho-Qodar, yang diletakkan di dalam kitab-kitab Mutakallimiin, adalah Qodho-Qodar yang datang dari falasifah Yunani, bukan Qodho dan Qodar yang datang dari Islam, dari Alqur’an dan Assunnah. Karena itu, Syaikh Taqiyyuddin Annabhani di berbagai kitabnya sangat memperhatikan masalah Qodho-Qodar ini, serta menjelaskan definisinya sesuai faktanya. Dan tidak mencampurkannya dengan Qodho dan Qodar yang datang dari Islam.

Rabu, 06 Maret 2019

WASPADA MASJID DHIRÔR

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Saya harus menulis tema ini. Karena masjid dhirór adalah penghalang persatuan kaum Muslim. Karena hamba-hamba Alloh yang bertaqwa tidak akan mau beribadah di dalam masjid dhirór. Karena Allah telah melarangnya.

Pada masa Nabi SAW ada orang musyrik dan sampai sekarang pun ada orang musyrik. Pada masa Nabi ada orang kafir dan sekarang pun ada orang kafir. Pada masa Nabi ada orang munafik dan sekarang pun ada orang munafik. Juga pada masa Nabi ada masjid dhirór dan sekarang pun ada masjid dhirór. Cuma bedanya kalau dulu masjid dhirór haqîqotan dan dirobohkan oleh Nabi, sedang sekarang masjid dhirór mulhaqan/ hukman tidak boleh dirobohkan, tetapi tercela dan ibadah di dalamnya tidak berpahala, bahkan bisa berdosa.

Selasa, 05 Maret 2019

JANGAN BINGUNG MIKIRIN NU

Karena NU itu banyak jenisnya:

1. Nurut Umum. Pokoknya yang lagi umum di masyarakat diikuti, dibenarkan dan dilegalkan, tidak memandang halal haramnya, seperti LG8T. Seperti itu tuh tipe orang-orang NU.

2. Numpang Urip. Pokoknya siapa saja, individu maupun kelompok, yang mau ngasih kehidupan pribadi dan keluarganya, ya diikuti, didukung, dijaga, dan dilestarikan, tidak memandang benar salahnya. Yang penting bisa numpang urip (hidup), seperti jaga Greja. Demikian itu karakter orang NU.

3. Nipu Umat. Berbagai cara dilakukan dalam menipu umat agar jauh dari Islam. Mulai dari tambah panjang jenggotnya tambah bodoh otaknya, sampai Nabi SAW selama di Madinah tidak pernah memakai kata KAFIR untuk menyebut warga non muslim. Mulai dari khilafah bukan ajaran Islam, sampai khilafah itu bukan sistem pemerintahan. Mulai dari Indonesia itu bukan negara Islam, ketika diajak menerapkan hudûd, sampai Indonesia ini sudah negara Islam, ketika diajak menegakkan khilafah sebagai negara Islam. Mulai dari Islam Liberal, sampai Islam Nusantara. Mulai dari membolehkan presiden KAFIR, sampai usul tidak menyebut KAFIR kepada non muslim. Seperti ini model tipu-tipu wong NU.

4. Nambah Utang. Gali lubang tutup lubang itu sudah biasa. Nambah hutang juga sudah biasa. Yang penting dibayar sendiri. Yang tidak biasa itu hutang riba ribuan triliun. Kelompoknya ikut menikmati. Sedang yang dibebani untuk bayar adalah orang lain yang akan datang dan yang belum lahir. Nah, negara ini adalah negarane wong NU, bahkan negara NU. Dari wong cilik yang hobi nambah utang, sampai wong gede seperti presiden dan bawahannya adalah wong NU. Karena mereka tidak mau berhenti dari Nambah Utang. Ngutang lagi. Ngutang lagi.

5. Nammamul Ummah. Provokator. Mereka yang hobi memecah belah persatuan kaum muslim adalah orang-orang NU. Seperti HTI dibenturkan dengan Ansor Banser, FPI dibenturkan dengan preman. Termasuk mereka yang suka membuat istilah baru untuk dibenturkan dengan istilah lama yang sudah paten dan sudah final tapi dilabeli dengan istilah baru. Seperti Islam moderat untuk dibenturkan dengan Islam Radikal, Islam Nusantara untuk dibenturkan dengan Islam Transnasional, Islam Toleran dibenturkan dengan Islam Militan. Sampai Wahhabi dibenturkan dengan Aswaja. Sampai kaum kampret dibenturkan dengan kaum cebong. Ya seperti itulah watak adu domba wong NU.

6. Nahdlotul Ulama. Kebangkitan Ulama. Kelompok yang anti penjajahan. Anti imperialisme. Anti kezaliman. Anti kekufuran. Anti kemusyrikan. Anti kemaksiatan. Anti kemungkaran. Mereka adalah kelompok Ahlussunnah Waljama’ah sebagai Firqoh Najiyah dan Sawad A'zhom. Ushul mereka adalah Alqur’an, Assunnah, Ijmak dan Qiyas. Madzhab panutan utama mereka adalah Hanafî, Mâlikî, Syafi'î, dan Hanbalî. Sistem pemerintahan yang diperjuangkan oleh mereka adalah khilafah, karena NU ini berdiri sebelum ada NKRI. Cukup. Tidak perlu kepanjangan.

Kenapa cuma ada enam jenis NU. Niru rukun iman yang enam yang semuanya baik. Mudah-mudahan NU yang ada enam itu nantinya menjadi baik semua seperti rukum iman.

Ada resep mujarab untuk menjadikan semuanya baik. Yaitu kembalikan kepada NU yang hakiki. Kembalikan kepada istilah Nahdhoh sebagai kebangkitan yang berarti irtifaul fikri, tingginya taraf berpikir. Yaitu berpikir cemerlang, berpikir ideologis, berpikir Islam Kaffah yang menjurus kepada khilafah.

Dan kembalikan kepada istilah Ulama. Yaitu Ulam yang "innamâ yakhsyaLlôha min 'ibâdihil ulamâu", Ulama akherat, bukan ulama dunia, dan bukan ulama salatin yang lushshun. Ulama yang dalam sistem pemerintahan mengikuti empat dalil syara'nya dan empat imam madzhabnya. Yaitu sistem Khilafah Rosyidah Mahdiyyah, atau Khilafah 'alaa Minhajin Nubuwwah. Titik.

Ulama yang menyebut orang-orang di luar agama Islam, dari agama manapun, dengan sebutan KAFIR, KAFIR, KAFIR, meskipun tidak dipakai untuk memanggil tetangganya yang KAFIR.

#HaramPilihPemimpinKafir
#HaramPilihPemimpinAntiIslam #HaramPilihPemimpinIngkarJanji #HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng #JanganPilihPemimpinGagal

Senin, 04 Maret 2019

AKIBAT MENCABUT BHP HTI REZIM ANTI ISLAM SANGAT KETAKUTAN

Akibat Mencabut BHP HTI Rezim Zalim dan Anti Islam Sangat Ketakutan

Semua yang diajarkan HTI kepada semua syabab hanyalah Islam, ideologi Islam, fikroh Islam, thoriqoh Islam, pemikiran Islam, pemahaman Islam, perasaan Islam, dakwah Islam, perjuangan Islam. Ya, semuanya Islam dan Islami. Semuanya menyatu pada qolbu dan aqlu syabab.

Maka ketika HTI dicabut BHP nya, atau dibubarkan, kata ratu dan rakyat cebong, ya semua syabab tetap berdakwah dan berjuang dengan ideologi yang sama, fikroh yang sama, thoriqoh yang sama, pemikiran yang sama, pemahaman yang sama, perasaan yang sama, dakwah yang sama, perjuangan yang sama, yaitu Islam dan Islami.

Bahkan dengan dicabutnya BHP HTI, para syabab bisa kembali ke habitat asalnya dan menyatu dan melebur degan lingkungan habitatnya. Rezim pun pasti kesulitan mendeteksi aktifitasnya, dan rezim pun berhadapan dengan ummat Islam secara langsung, tidak dengan HTI. Rezim Zalim dan Anti Islam tidak belajar kepada rezim-rezim sebelumnya, bagaimana menghadapi HTI. Senjata makan tuan. Langkah bunuh diri sudah kadung dijalankan. Akibatnya bukan HTI yang bubar. Tetapi rezim itu yang ketakutan. Sangat ketakutan. Menjelang detik-detik kehancuran dan kematiannya.

#HTILanjutkanPerjuangan
#KhilafahAjaranIslam
#ReturnTheKhilafah

#JgnPilihPemimpinAntiIslam
#JgnPilihPembohongRakyat
#JgnPilihPemimpinDzalim
#JgnPilihPemimpinGagal

HAKEKAT FIRQAH MU'TAZILAH (3)

Bismilaahir Rohmaanir Rohiim

Saya telah membaca banyak tulisan dari tokoh-tokoh Salafi/ Wahhabi seperti Albanî, Abdulloh Faqîh, dll., serta para pengikutnya. Juga tulisan tokoh-tokoh Ahlussunnah Asy'ariyyah, seperti Abdullah al-Harori al-Ahbasy dan para pengikut butanya seperti Kiai Idrus Ramli Alkadzdzáb. Mereka sama sekali tidak memahami (atau pura-pura tidak paham untuk tujuan jahat kepada Syaikh Taqiyyuddin dan HT yang didirikannya) terhadap ungkapan pernyataan Syaikh Taqiyyuddin seprti dalam kitab Annizhâm dan Asysyakhshiyyah-nya.