Kamis, 06 Desember 2018

JANGAN MENOLAK PESAN AGAMA

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Tulisan ini nasihat kepada setiap muslim dan muslimah, dimanapun mereka berada, terutama di berbagai grup WhatsApp, dll., dimana pesan-pesannya hanya berupa senda gurau yang tidak bermanfaat dan info-info duniawi yang yang kosong dari nilai agama. Ketika mereka disodori pesan-pesan agama atau nilai-nilai agam, mereka serentak menolaknya dgn berkata, "jangan memasukkan isu SARA (padahal tdk tahu apa itu SARA), jangan membawa-bawa urusan agama, dst." Lebih-lebih di grup WA yang adminnya non muslim / non muslimah, padahal mayoritas pesertanya adalah muslim / muslimah.

Betapa pentingnya agama dan faqîh dalam urusan agama, faqîh fiddîn. Dulu kita ini bukan apa-apa. Kita sendiri tdk ngerti dulu kita ini apa. Kemudian Allah menciptakan kita dan kita juga tdk ngerti untuk apa kita diciptakan. Kita ada di dunia ini untuk apa. Mungkinkah Allah menciptakan kita tanpa tujuan untuk apa. Mungkinkah Allah hanya bermain dan bercanda. Ternyata mungkin-mungkin itu tdk ada. Karena Allah menciptakan agar kita menghamba dan menjadi hamba-Nya. Ya, penghambaan ini tujuannya. Dan penghambaan ini adalah ibadah kepada-Nya.

Petunjuknya ada disini. Dia berfirman :
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
Wamâ kholaqtul jinna wal insa illâ liya'budûni

"Dan Aku tidal menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku". (QS Adzâriyât [51]: 56).

Supaya kita, dari jin atau dari manusia, menyembah-Nya, ibadah kepada-Nya, menghamba kepada-Nya, sehingga kita menjadi hamba-Nya.

Terus bagaimana cara menyembah, ibadah atau menghamba kepada-Nya? Maka disinilah Allah menurunkan agama Islam melalui Nabi dan Rasul-Nya SAW. Jadi Islam itu berisi aturan ibadah kepada-Nya.

Islam itu adalah agama yg diturunkan kpd Rasululloh SAW yg memiliki 3 (tiga) macam aturan ;
1) aturan yg mengatur interaksi kita sebagai manusia dgn Dia sebagai Pencipta manusia, seperti urusan aqidah dan ibadah mahdhah (murni),
2) aturan yg mengatur interaksi kita dgn diri kita sendiri, sprt urusan etika adab akhlak yg mengatur diri kita dari bangun tidur sampai tidur lagi, yg mengatur diri kita di dalam rumah dan di luar rumah, yg mengatur diri kita mulai dari naik sandal jepit sampai naik pesawat, yg mengatur diri kita mulai datang ke alam dunia sampai pergi meninggalkannya, dan
3) aturan yg mengatur interaksi kita dgn sesama kita, manusia dgn sesama manusia, sprt bagaimana cara kita berkeluarga berbisnis bermuamalah bermasyarakat berpolitik berbangsa sampai bernegara.

Ketika kita tlh mampu mempraktekkan 3 macam aturan diatas, maka kita benar-benar telah menyembah menghamba ibadah kepada-Nya dgn sesungguhnya. Kita benar-benar tlh menjadi bagian dari hamba-hamba-Nya, 'ibâdiy 'Ibâdulloh 'ibâdurrohmân yg kelak setelah kita meninggalkan dunia yg pana akan mendapat balasan yg terbaik di surga-Nya. Inilah jawaban dari, setelah kita mati akan kemana?

Dan dari ayat diatas, lahirlah kaidah fikih yg sangat populer, yaitu :
الأصل في الأفعال التقيد بالحكم الشرعي
Al ashlu fil af'âli attaqoyyudu bil hukmi asy syar'iyyi

"Hukum asal terkait amal perbuatan (yg dilakukan oleh jin dan manusia) adalah harus terikat dengan hukum syara'".

Dan di sinilah kita sangat butuh kpd fikih agama supaya bisa beribadah kepada-Nya dgn tepat dan ikhlas. Kita butuh ilmu agama supaya tdk tersesat dan tdk menyesatkan sesama, supaya mendapat kebaikan, menjadi orang baik, dan menebarkan kebaikan kpd sesama. Sebagaimana telah disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW :

Bahwa Muawiyah bin Abi Sufyan ra berkata: Aku pernah mendengar Annabiy SAW bersabda :
(مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ). رواه البخاري (71) ، ومسلم (1037) .
"Barang siapa yang Alloh menghendaki kebaikan kepadanya, maka Allah menjadikan dia faqîh dalam urusan agama". HR Bukhari dan Muslim.

Imam Nawawi rh berkata :
" فِيهِ فَضِيلَةُ الْعِلْمِ ، وَالتَّفَقُّهِ فِي الدِّينِ ، وَالْحَثِّ عَلَيْهِ ؛ وَسَبَبُهُ : أَنَّهُ قَائِدٌ إِلَى تَقْوَى اللَّهُ تَعَالَى ". انتهى من " شرح النووي على مسلم 
"Pada hadits tersebut ada keutamaan ilmu, belajar fikih agama, dan mendorong belajar fikih. Sebab fikih agama itu dapat menuntun kepada taqwallâh SWT". (Syarhun Nawawi 'alâ Muslim, 7/128).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rh berkata :
" كُلُّ مَنْ أَرَادَ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا لَا بُدَّ أَنْ يُفَقِّهَهُ فِي الدِّينِ ، فَمَنْ لَمْ يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين ِ، لَمْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا ، وَالدِّينُ : مَا بَعَثَ اللَّهُ بِهِ رَسُولَهُ ؛ وَهُوَ مَا يَجِبُ عَلَى الْمَرْءِ التَّصْدِيقُ بِهِ وَالْعَمَلُ بِهِ ، وَعَلَى كُلِّ أَحَدٍ أَنْ يُصَدِّقَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا أَخْبَرَ بِهِ ، وَيُطِيعَهُ فِيمَا أَمَرَ ، تَصْدِيقًا عَامًّا ، وَطَاعَةً عَامَّةً ". انتهى من " مجموع الفتاوى " (28/ 80).
"Setiap orang yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya, niscaya Allah menjadikannya faqîh (paham) dalam urusan agama. Artinya, siapa saja yang Allah tidak menjadikannya faqîh dalam urusan agama, maka Allah tidak menghendaki kebaikan kepadanya. Sedang agama adalah apa saja (sesuatu/ perkara/ amal perbuatan) yang Allah telah mengutus para rasul-Nya dengan membawanya. Yaitu apa saja (sesuatu/ perkara/ amal perbuatan) yang wajib atas seseorang membenarkannya dan mengamalkannya. Dan wajib atas setiap orang membenarkan Muhammad SAW pada apa saja (sesuatu/ perkara/ amal perbuatan) yang diberitakannya dan wajib menaatinya pada apa saja (sesuatu/ perkara/ amal perbuatan) yang diperintahkannya, dengan pembenaran dan ketaatan secara menyeluruh". (Majmû'ul Fatâwâ, 28/80).

Dengan faqîh fiddîn, kita juga bisa bertaqwa di setiap zaman, di setiap tempat, dan di setiap kondisi. Karena di setiap zaman, tempat dan kondisi terdapat problem yg kita butuh solusi pemecahannya yg berbeda dari sebelumnya krn problemnya yg berbeda.

Pada zaman ini, problem utama yg menimpa kita, adalah problem ideologis. Yaitu problem yg lahir dari ideologi kapitalisme dan komunisme yg keduanya tlh menyebabkan banyak kerusakan di berbagai lini kehidupan, masyarakat dan negara.

Problem ideologi hanya bisa dipecahkan dgn ideologi. Kerusakan yg timbul akibat sistem yg memancar dari ideologi juga hanya bisa diperbaiki dengan sistem yg memancar dari ideologi. Nah, di zaman ini, di tempat ini, dan dalam kondisinya ini, kita sedang dijajah dan dirusak oleh kekuatan ideologi barat yg kapitalisme dan timur yg komunisme dgn seperangkat sistem yg memancar dari keduanya. Sdg solusi tuntas untuk pemecahan dan perbaikannya itu hanya ada pada ideologi Islam dgn seperangkat sistem yg memancar/ berkembang darinya.

Belasan abad yg lalu, Rasulullah SAW tlh mengingatkan hal ini :
اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن.
Ittaqillâha haytsummâ kunta, was atbi'is sayyiatal hasanata tamhuhâ, was khôliqin NASA bi khuluqin hasanin

"Bertaqwalah kepada Allah di mana pun kamu berada (di zaman manapun, di tempat manapun, dan dalam kondisi apapun), ikutilah keburukan dengan kebaikan yang bisa menghapusnya, dan perlakukanlah manusia dengan khuluq (akhlaq) yang baik". (Hadits Arba'în Nawawi).

Khuluq Hasan (akhlak yang baik) adalah Alqur'an Alkarîm, sprt pada hadits Aisyah ra. didalam Syarah Arba'în Nawawy.

******
Ideologi kapitalisme itu melahirkan sistem pemerintahan demokrasi.

Ideologi komunisme - sosialisme itu melahirkan sistem pemerintahan komunis - sosialis.

Ideologi Islam itu melahirkan sistem pemerintahan Islam, khilafah.

Ideologi kapitalisme dan komunisme, dan sistem pemerintahan yg lahir dari keduanya, adalah problem dan pangkal dari berbagai kerusakan.

Ideologi Islam dan sistem yg lahir/ memancar darinya, khilafah,  adalah solusi pemecahan dan perbaikan atas kerusakan. Wallohu A’lamu bi ash-Shawwab.

*******
#HTIMelanjutkanPerjuangan
#KhilafahAjaranIslam
#ReturnTheKhilafah

#JgnPilihPemimpinAntiIslam
#JgnPilihPembohongRakyat
#JgnPilihPemimpinDzalim
#JgnPilihPemimpinGagal