Sabtu, 29 Juli 2017

AWAS PROYEK PENGGEMUKKAN UNTUK DISEMBELIH

BISMILLAH ...

Assalamualaikum ...

Ingat saudaraku, sebentar lagi bulan Dzulhijjah / bulan haji  datang dan sudah banyak individu masyarakat  yang melakukan penggemukan kambing, sapi dan hewan kurban lainnya untuk dikurbankan (disembelih dan dipotong-potong) dan dagingnya dibagi-bagikan lalu dimasak dan dimakan. Itulah nasib hewan yang telah menikmati rumput-rumput hijau ...

Ingat saudaraku, HTI telah dibubarkan oleh rezim Jokowi sang diktator dengan usulan pemimpin kalian dan banyak diantara kalian yang tertawa girang bahagia menyetujuinya, padahal para syabab HTI adalah saudara-saudara terbaik kalian, mereka mewakili kalian berdakwah kepada Islam yang kaaffah, mereka telah meringankan beban dakwah kalian, karena dakwah kepada Islam kaaffah adalah fardhu kifayah ...

Ingat saudaraku, pemimpin kalian dengan lembaganya telah menerima dan menikmati sejumlah uang dari rezim diktator tersebut dan pasti sejumlah uang itu dibagi-bagikan diantara kalian, saya tidak membahas uang apa dan untuk keperluan apa uang itu, tapi yang jelas untuk "menggemukkan" orang-orang diantara kalian atau kalian sendiri ...

Ingat saudaraku, apakah kalian tidak merasakan, bahwa kalian telah dimasukkan kedalam proyek "penggemukan" untuk kemudian disembelih atau dikorbankan, karena sudah ramai dibicarakan di sana-sini, bahwa rezim diktator tersebut bekerjasama, dikendalikan, dikuasai atau terserah pakai bahasa apa, dengan / oleh partai atau orang-orang komunis ...

Ingat saudaraku, komunis sangat dendam kepada para ulama, kiai, ustadz, ansor - banser dari golongan kalian, maka bisa saja sekarang kalian sedang digemukkan untuk disembelih / dikorbankan, seperti hewan - hewan kurban di atas ... kemudian tidak ada yang menolong kalian karena semuanya sudah dibubarkan ...

MUSUH NEGARA & PANCASILA BUKAN HTI & ISLAM

*INILAH MUSUH NEGARA DAN MUSUH PANCASILA SEBENARNYA*.
(Bukan HTI bukan Islam).

*I.PARA MAFIA*

DAFTAR MAFIA DI INDONESIA  (Sumber : Republik Mafia, M.Hatta Taliwang, 2015)

1.Mafia Hukum(mengatur pasal yg akan dipakai, membidik siapa calon tersangka yg merisaukan rezim, yg mengancam statusquo, berat ringannya hukuman, siapa pemenang,  susunan hakim, siapa akan jdi Ketua MA, mengatur koordinasi hubungan dg Jaksa, Polisi, Pengacara).

2.MAFIA PEMILU (jual beli suara, mengatur siapa pemenang, komposisi suara dll).

3.Mafia Tanah( Membuat sertifikat bodong ala tanah Taman BMW misalnya).

4.Mafia Anggaran/Proyek( Menggiring proyek sejak perencanaan hingga ke pelaksanaan.

5.Mafia Jabatan ( Mau jadi Menteri ? Dirjen? Sekjen ? Kepala, dst).

6.Mafia Impor ( IMPOR PANGAN ? ) Mau impor apa ? Garam, daging, beras, bawang, cabe, sayur, ikan, buah buahan dll ?

7.Mafia Penyeludupan ( mau seludupkan HP, Laptop, narkoba, uang palsu, kayu, rotan,  manusia?)

8.Mafia Ijazah/ Gelar ( mau S1, S2,  jadi ĎR, Profesor) .

9.Mafia Tambang ( Jual beli SK , palsukan volume dan jenis hasil tambang ?)

10.Mafia Pajak (Sekongkol restitusi, Bayar besar atau kecil ?).

11. Mafia Migas ( mau export/impor dg selisih berapa, dg mark up berapa, dengan setoran rutin berapa ?)

12.Mafia Narkoba ( Mau jadi agent, menjerat pemakai, edar lagi hasil sitaan).

13.Mafia Obat ( Mau yg aspal, Mau direkomendasi dokter ?)

14.Mafia Hutang ( Mau pinjam berapa ke LN , mau Komisi berapa ?).

15.Mafia Industri/Perdagangan ( Mau tergantung impor terus? Jangan sampai jadi bangsa kuat dan mandiri).

16.Mafia Investasi (Mau investasi Infrastruktur ?Mau invest menggusur bisnis rakyat? Mau aman atau ribut ?

17.Mafia Pasar Modal (Mau di goreng goreng dulu ? Mau turun naik sekejap ? )

18.Mafia Jual Manusia ( Mau wajah bule, oriental atau Timur Tengah).

19.Mafia Bank ( INI MAFIA PALING MENGERIKAN. CONTOH BLBI, CENTURY).

20.Mafia Pemberitaan/Media Massa (Mau jadi pahlawan atau pengkhianat dimata publik ?)

21.Mafia Pengadaan PNS ( Mungkin Mafia ini sdh mereda sejak Menpan yl smp sekarang menertibkan tapi msh ada baunya).Kabarnya 60 trilyun uang berputar di mafia PNS. Bgmana dg rekruitment di KEPOLISIAN atau TNI ? Sdh rapikah ?

22.Mafia TKI/TKW. Sejak berangkat hingga penempatan sampai pulang masih saja tercium bau kerja mafianya.Meskipun sdh berkurang.

23.Mafia Transportasi. Ini luas sekali permainan dipenerbangan, pelabuhan, terminal dll.

24.MAFIA APARTEMEN/ RUSUN yg heboh di Jakarta melibatkan developer ternama yg mengexploitasi penghuni.

25.MAFIA UNDANG UNDANG. Mau selipkan ayat atau pasal tertentu ?

26. MAFIA HAJI. pernah ramai dibahas.Msh exist kah ?

27.Mafia Pulsa Listrik dan Mafia Pulsa HP terbesar di dunia ?

28.Jangan2 MAFIA ASAP alias BAKAR HUTAN PUN sdh exist?

29.MAFIA PUPUK ( pupuk aspal, kelangkaan dll)

30.MAFIA JUDI (Secara resmi tdk boleh tapi faktanya judi togel berjalan terus dan oknum2 tertentu mendapat setoran)

31. MAFIA KEKUASAAN (Mengatur siapa yg bisa di PRESIDEN KAN.Msh berdekatan dg MAFIA PEMILU/KPU.Cuma Mafia kekuasaan melibatkan permainan tingkat tinggi dimana pemodal menjadi dalangnya bekerjasama dg operasi operasi intelijen dll).

*II.PENJAHAT BLBI Dll*
(Sumber : Dari berbagai sumber di sosmed)
1. Eddi Tansil alias Tan Tjoe Hong atau Tan Tju Fuan. Awal 1990an membobol Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sebesar Rp 1,5 trilyun ketika nilai tukar rupiah thd dolar Amerika sekitar Rp 1.500,- per dollar. Kini, ketika nilai tukar rupiah mengalami depresiasi sekitar 700 %, berarti duit yg digondol Eddi Tanzil setara dgn Rp 9 triliun, lebih besar dr nilai skandal Bank Century yg Rp 6,7 triliun. Penegak hukum kita sdh lupa mungkin.

2.Di penghujung tumbangnya orde baru, sejumlah pengusaha dan bankir Cina panen BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Banyak diantara mereka yg kemudian melarikan diri ke luar negeri dgn meninggalkan aset rongsokan sbg jaminan dana talangan.
Menurut catatan Kompas 2 Januari 2003, jumlah utang dan dana BLBI yg diterima Sudono Salim alias Liem Sioe Liong sekitar Rp 79 triliun, Sjamsul Nursalim alias Liem Tek Siong Rp 65,4 trilyun, Bob Hasan alias The Kian Seng Rp 17,5 trilyun, Usman Admadjaja Rp 35,6 trilyun, Modern Group Rp 4,8 trilyun dan Ongko Rp 20,2 trilyun. Dan masih banyak lagi:

3. Andrian Kiki Ariawan, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Surya. Perkiraan kerugian negara mencapai Rp 1,5 triliun. Proses hukum berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Andrian kabur ke Singapura dan Australia. Pengadilan kemudian memutuskan melakukan vonis in absentia.

4. Eko Adi Putranto, anak Hendra Rahardja ini terlibat dalam korupsi BLBI Bank BHS. Kasus korupsi Eko ini diduga merugikan negara mencapai Rp 2,659 triliun. Ia melarikan diri ke Singapura dan Australia. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis in abenstia 20 tahun penjara.

5. Sherny Konjongiang, terlibat dalam korupsi BLBI Bank BHS bersama Eko Adi Putranto dan diduga merugikan negara sebesar Rp 2,659 triliun. Ia melarikan diri ke Singapura dan Amerika Serikat. Pengadilan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara, in absentia.

6. David Nusa Wijaya, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Servitia. Ia diduga merugikan negara sebesar Rp 1,29 triliun. Sedang dalam proses kasasi. David melarikan diri ke Singapura dan Amerika Serikat. Namun, ia tertangkap oleh Tim Pemburu Koruptor di Amerika.

7.Samadikun Hartono, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Modern. Dalam kasus ini ia diperkirakan merugikan negara sebesar Rp169 miliar. Kasus Samadikun dalam proses kasasi. Ia melarikan diri ke Singapura.

Total jendral, duit rakyat yg dikemplang tujuh konglomerat hitam Aseng (meminjam istilah Kwik Kian Gie) dlm kasus ini
sekitar Rp 225 trilyun.

8. Pasca Orde Baru, muncul lagi pengusaha Cina yg membawa kabur uang dalam jumlah yg luar biasa besarnya. Misalnya Hendra Rahardja alias Tan Tjoe Hing, bekas pemilik Bank Harapan Santosa, yg kabur ke Australia setelah menggondol duit dari Bank Indonesia lebih dari Rp 1 trilyun. Hendra Rahardja tepatnya merugikan negara sebesar Rp 2,659 triliun. Ia divonis in absentia seumur hidup di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hendra meninggal di Australia pada 2003, dengan demikian kasus pidananya gugur.

9. Kemudian ada Sanyoto Tanuwidjaja pemilik PT Great River, produsen bermerek papan atas. Sanyoto meninggalkan Indonesia setelah menerima penambahan kredit dari bank pemerintah.

10. Lalu Djoko Chandra alias Tjan Kok Hui, yg terlibat dlm skandal cessie Bank Bali, meraup tidak kurang dari Rp 450 miliar. Ketika hendak ditahan Djoko kabur keluar negeri dan kini dikabarkanmenjadi warga negara Papua Nugini.

11.Maria Pauline, kasus pembobolan BNI. Diperkirakan kerugian negara mencapai Rp 1,7 triliun. Proses hukumnya masih dalam penyidikan dan ditangani Mabes Polri. Maria kabur ke Singapura dan Belanda.

12. Anggoro Widjojo, kasus SKRT Dephut. Merugikan negara sebesar Rp 180 miliar. Dalam proses penyidikan ke KPK. Anggoro lari ke Singapura dan masuk dalam DPO.

13. Lesmana Basuki, diduga terlibat dalam kasus korupsi Sejahtera Bank Umum (SBU). Dalam kasus ini diduga merugikan negara sebesar Rp 209 miliar dan 105 juta dollar Amerika. Lesmana divonis di Mahkamah Agung 14 tahun penjara. Ia melarikan diri ke Singapura dan menjadi DPO.

14. Tony Suherman, diduga terlibat dalam kasus korupsi Sejahtera Bank Umum (SBU). Dalam kasus ini diduga merugikan negara sebesar Rp 209 miliar dan 105 juta dollar Amerika. Tony divonis 2 tahun penjara. Ia melarikan diri ke Singapura dan menjadi DPO.

15.  Dewi Tantular, terlibat kasus Bank Century. Kasus ini merugikan negara Rp 3,11 triliun. Kasus tersebut dalam penyidikan di Mabes Polri, Namun, menurut ICW perkembangan kasus tersebut tak jelas. Ia dikabarkan lari ke Singapura.

16. Alnton Tantular, terlibat kasus Bank Century. Kasus ini merugikan negara Rp 3,11 triliun. Kasus tersebut dalam penyidikan di Mabes Polri, Namun, menurut ICW perkembangan kasus tersebut tak jelas. Ia dikabarkan lari ke Singapura.

17. Sukanto Tanoto, terlibat dalam dugaan korupsi wesel ekspor Unibank. Ia diduga merugikan negara sebesar 230 juta dollar Amerika. Ia lari ke Singapura. Menurut ICW, Sukanto masih terduga namun diberitakan menjadi tersangka. Proses hukum tidak jelas. (Nama Sukanto Tanoto dicabut dalam daftar ini.

16.Pada 2010, mantan kepala ekonom konsultan McKinsey, James Henry, menerbitkan hasil studinya soal penyelewengan pajak di luar negeri (tax havens). Menurut laporan tsb, terdapat USD 21 trilyun (Rp 198.113 trilyun) pajak pengusaha di seluruh dunia yg seharusnya masuk kantong pemerintah, namun diselewengkan.

Sembilan diantara para pengusaha pengemplang pajak itu berasal dr Indonesia, seperti James Riady, Eka Tjipta Widjaja, Keluarga Salim, Sukanto Tanoto, dan Prajogo Pangestu.

*III.KASUS YG MANGKRAK DAN YG SDH DITANGANI KPK ( SUMBER : JUSTIANI)*

1. Kasus korupsi PETRAL US$ 1.5 Milyar (14.5 Triliun) pada investasi kilang minyak di Libya

2. Kasus korupsi di Pertamina pada impor Nafta sebesar US$ 20 juta (200 M)

3. Kasus Korupsi di Pertamina US$ 99 juta (980 Milyar) pada Pembangunan Depo Pertamina seluruh Indonesia

4. Kasus Korupsi Dana CSR Pertamina 600 Milyar yg diduga mengalir ke Partai Demokrat 2008-2009

5. Kasus Korupsi Hartati Murdaya di JIEC  1.5 Triliun yg agunkan 33 hektar tanah negara di Kemayoran

6. Korupsi Proyek eKTP tahun 2011 di Kemendagri yg rugikan negara 3.5 Triliun

7. Kasus korupsi penyerobotan lahan tambang PT. Bukit Asam yg rugikan negara 6 Triliun

8. Kasus korupsi PT. Aneka Tambang dlm penyerobotan lahan oleh Harita Grup yg rugikan negara 19 Triliun.

10. Kasus korupsi PT. TPPI Tuban   yg rugikan negara 17 Triliun

11. Kasus Korupsi Pajak yg diungkap  Gayus Tambunan, rugikan negara triliunan.

12. Kasus korupsi Mafia Anggaran DPR yg rugikan negara 7.7 Triliun. Tumbalnya hny Wa ode Nurhayati dan Fadh A Rafiq cs

13. Kasus korupsi Alex Nurdin (sbg Bupati Muba 14 kasus & Gub 3 kasus), kerugian negara ratusan M.

15. Kasus korupsi Hambalang sesuai LHP BPK & BAKN DPR atas 25 Pejabat. Hanya pejabat kemenpora yg sdh diusut. Lainnya? Kelauut !!

16. Kasus Nazaruddin di 30 kasus korupsi. Dipetieskan KPK karena deal2 khusus dgn istana ??

17. Kasus TPPU Nazaruddin di Saham Garuda 300 M.

18. Kasus korupsi Azis Syamsuddin cs

19. Kasus korupsi pengadaan gerbong kereta api dari Jepang

20. Kasus Choel M yg jadi mafia proyek di Kemenpora, sudah ngaku terima suap.

21. Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Merpati MA60 yg rugikan negara US$ 45 juta (440 M) libatkan ex mendag MEP & suaminya.

22. Kasus korupsi Pertani, SHS dan Berdikari yg rugikan negara ratusan M !

23. Kasus korupsi Jhony Allen Marbun pada Dana Percepatan Infrastruktur Intim.

24. Kasus korupsi pada alkes di Kemenkokesra ..

25. Kasus korupsi Dana PON yg disebut2 libatkan menkokesra Agung Laksono cs, kenapa berhenti pada Rusli Zainal saja ?

26. Kasus CENTURY hahaha .. dengar kasus ini..keterlibatan PT. GNU Gita Wirjawan aja deh usut ..berani?

27. ......?

28.  KORUPSI PREMI ASURANSI GIA USD 100 JUTA OLEH PT JASINDO http://t.co/cpum2ddGRX

29. Kasus korupsi mark up bunga pinjaman 280 M di Garuda Indonesia, serta penjualan bbrp pesawat untuk membirukan buku lalu pesawat tsb di leasing. 

30. Kasus korupsi 36.7 TRILIUN pembelian Genset untuk seluruh Indonesia tanpa tender, , dan sekarang genset2 tsb tidak jalan karena solarnya mahal, PLN bengkak n tdk sanggup, gimana?

31. Kasus BLBI 600 T ?

32. Kasus 10 BUMN membeli saham melalui sekuritas PT OKCM senilai total 1.1T yg lenyap dan kemudian dikonversi saham dan pelakunya dijadikan dirut PT KAI, gimana?

33. Kasus korupsi Jodi Haryanto n Ibas melalui pasar modal dengan mempermainkan dana ratusan M milik DART dll melalui Peregrine Sekuritas dg memenjarakan lawannya (Rudi Rusli).

34. Kasus korupsi KPU sebesar 1.7T untuk mengupdate data DPT pilpres dibanding pileg, yg ternyata sama persis tanpa perubahan sama sekali. Mengalir ke PD. 

35. Kasus komputerisasi pemilu di KPU 3.7T yang ternyata tidak jalan sehingga penghitungan dilakukan secara manual. Sambil menyelam minum air. PD n SBY nilep duit sekalian mengacaukan perolehan hitungan suara sehingga jual beli suara, salah satu contoh Ibas dapat suara paling banyak. 

36. Korupsi Kementrian ESDM dibawah kepemimpinan SBY sebanyak 187 anjungan lepas pantai yang sudah dibayar lunas oleh operator migas asing yg meninggalkan Indonesia, namun faktanya anjungan masih bercokol (ujungnya saja dipotongin oleh orang Madura) sehingga dapat membahayakan kapal2 laut.

Semua itu lebih nyata berbahaya bagi NKRI kenapa kalian tutup mata dan hanya memburu dan menjelekkan Islam yg jasanya besar dlm kemerdekaan RI. *) Islam jaya.News.

Kamis, 27 Juli 2017

GELAGAT ANEH BURUNG GARUDA

GARUDA LAGI SEKARAT ATAU LAGI MUAK?!
(lihat foto / gambar)

Menurut pengamatan sy burung GARUDA di gambar ini dalam kondisi sekarat.

Mereka mengklaim membela Pancasila, tapi malah melecehkan dan membunuh GARUDA yang membawanya dengan memberikan kepadanya berbagai racun kebijakan, pemahaman, pemikiran dan ideologi yg kontradiksi dengan Pancasila secara khusus dan Islam secara umum. Karena hubungan Pancasila dengan Islam adalah seperti hubungan lima ayat (lebih) dari Alqur'an dengan (semua ayat-ayat) Alqur'an. Lima ayat itu jelas tidak boleh dipakai hujjah/dalil untuk menolak (ayat-ayat) Alqur'an. Demikian halnya Pancasila tidak bisa dan tidak boleh dijadikan alasan untuk menolak syariah Islam, sebagiannya atau seluruhnya.

Makar manusia pasti dibalas makar Allah yang lebih dahsyat. Ini pertanda SYARIAH & KHILAFAH akan tegak di negeri ini. Cepat atau lambat.

Atau GARUDA itu merasa muak dengan klaim "MEMBELA PANCASILA SAMA DENGAN MENEGAKKAN SYARIAH" yang salah kaprah dan salah total. Karena membela Pancasila seharusnya ditunjukkan dengan; 1) menolak semua kebijakan pemerintah dan organisasi yang tidak sesuai dengan Pancasila, 2) menolak semua paham, pemikiran dan ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila, dan 3) menerima dan memperjuangkan semua kebijakan, paham, pemikiran dan ideologi yang islami, karena Pancasila itu tidak berlawanan dengan (syariah) Islam.

Akan tetapi faktanya,  mereka yang mengklaim membela Pancasila justru menjadi pembela berbagai kebijakan, paham, pemikiran dan ideologi yang kontradiksi dengan Pancasila secara khusus dan dengan Islam secara umum.

Apalagi klaim menegakkan syariah, mereka sama sekali tidak paham dengan ucapannya sendiri. Sebagai perbandingan adalah kalimat menegakkan shalat tidak sama dengan mengerjakan shalat. Menegakkan shalat adalah mengerjakan shalat dengan menerapkan semua syarat-rukunnya, khusyuk dan ikhlash karena Allah, dan shalatnya bisa mencegah dari perbuatan buruk dan munkar. Sedang menegakkan syariah juga seperti menegakkan shalat. Yaitu, mengerjakan dan menerapkan semua syarat dan rukun syariah dalam kehidupan, bermasyarakat dan bernegara; khusyuk dan ikhlas karena Allah semata; dan kehidupan, bermasyarakan dan bernegaranya bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Karena itu, burung GARUDA terlihat muak terhadap klaim MEMBELA PANCASILA SAMA DENGAN MENEGAKKAN SYARIAH ...

Menurut Anda bagaimana?

Rabu, 26 Juli 2017

AKIBAT DAKWAH POLITIK

KONSEKUENSI DAKWAH POLITIK.

Oleh K.H M Shiddiq Al Jawi

Menurut Syaikh M. Husain Abdullah dalam kitabnya At-Thariqah asy-Syar’iyah li Isti’naf al-Hayah al-Islamiyah, hlm. 86-92, setidaknya terdapat 4 (empat) konsekuensi terhadap dakwah politik, yakni :

Pertama: dakwah politik akan menghadapi perlawanan dari penguasa sistem sekular. Mereka akan menggunakan berbagai cara dan sarana untuk menghancurkan dakwah politik yang ada.

Menghadapi konsekuensi ini, para aktivis dakwah politik hendaknya tetap berpegang teguh dengan ideologi mereka, yaitu Islam, dan bersabar menghadapi segala tantangan dan cobaan yang ada. Mereka hendaknya juga tidak tergiur dengan segala rayuan (targhib), juga tidak gentar dengan segala ancaman (tarhib). Sikap seperti inilah yang ditunjukkan Rasulullah saw. dulu ketika menghadapi tantangan dakwah dari kaum Quraisy yang kafir.

Kedua: dakwah politik akan menghadapi serangan pemikiran asing yang disebarkan oleh berbagai institusi dari negara sekular yang ada seperti media massa, sekolah, dan perguruan tinggi. Contohnya saat ini ada program deradikalisasi yang sangat jahat yang landasan pemikirannya bukan Islam, melainkan ideologi kapitalisme-sekular yang kufur. Tujuan program deradikalisasi bukan hanya menyerang umat secara fisik, tetapi justru hendak menghancur-kan norma-norma ajaran Islam itu sendiri, seperti wajibnya Khilafah, syariah, dan jihad fi sabilillah.

Untuk menghadapinya, para aktivis dakwah politik hendaknya melakukan perang pemikiran (as-shira’ al-fikri), dengan cara menjelaskan kekeliruan ide kufur yang ada, seraya membandingkannya dengan ide Islam yang lurus, seperti meletakkan sesutu yang bengkok bersebelahan dengan sesuatu yang lurus. Dengan demikian umat akan dapat melihat perbedaan di antara keduanya seperti melihat sesuatu yang putih bersebelahan degan sesuatu yang hitam, sehingga umat akhirnya akan mendukung ideologi Islam dan menolak ideologi kapitalisme-sekular yang kufur.

Ketiga: dakwah politik dapat menimbulkan resiko terhadap kepentingan pribadi para aktivisnya. Mereka yang bergerak dalam dakwah politik dapat saja kehilangan pekerjaaannya, atau mengalami kerugian dalam bisnisnya karena mendapat hambatan dari berbagai pihak.

Untuk menghadapinya, maka para aktivis dakwah politik harus memperkokoh akidahnya, misalnya memperkokoh pemahaman mereka tentang rezeki, ajal dan tawakal.

Keempat: ada kemungkinan pelaku dakwah politik terpengaruh oleh fakta buruk yang tengah menimpa umat. Misalnya, terlibat dalam aktivitas bisnis yang mengandung bunga bank (riba); atau terlibat dalam pergaulan bebas, pacaran, dan sebagainya.

Para aktivis dakwah politik yang terjerumus dalam keburukan ini sedapat mungkin diselamatkan dan diajak kembali ke jalan yang benar. Jika tidak memungkinkan, merekalah yang harus diamputasi dari kelompok dakwah politik, agar keberadaan mereka tidak justru merusak dakwah politik dari dalam (M. Husain Abdullah, At-Thariqah asy-Syar’iyah li Isti’naf al-Hayah Al-Islamiyah, hlm. 86-92).

Minggu, 23 Juli 2017

SUARA DARI MALAYSIA

Jubir Hizbut Tahrir Malaysia : Pengharaman HTI Tidak Akan Memperlambat Tegaknya Khilafah!

Dua hari lepas (19/07/2017), pemerintah Indonesia dengan rasminya menarik balik pendaftaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sekaligus mengisytiharkan HTI sebagai sebuah pertubuhan haram. HTI memang telah lama dijadikan sasaran oleh pemerintah Indonesia (untuk diharamkan), khususnya setelah demonstrasi besar-besaran umat Islam tahun lalu menolak pemimpin kafir, Ahok, sebagai gabenor Jakarta.

HTI adalah kumpulan pertama diharamkan selepas Presiden Indonesia, Jokowi minggu lalu meluluskan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yang memberi kuasa mutlak
kepada pemerintah untuk mengharamkan mana-mana pertubuhan yang dianggapnya bertentangan dengan Pancasila.

Tidak lama sebelum ini, pemerintah Indonesia sebenarnya telah pun “mengharamkan” HTI secara tak rasmi melalui kenyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanannya, yang telah mengundang perdebatan massa di negeri umat Islam terbesar itu mengenai kedudukan Hizbut Tahrir.

Atas pengharaman HTI ini, saya ingin katakan kepada Presiden Indonesia, Pak Jokowi yang selama ini dilihat demokratik:-

1) Anda sekarang ini telah bertukar menjadi diktator atau lebih tepatnya, anda telah mengeluarkan sifat kediktatoran anda yang selama ini disembunyikan. Dengan kata lain, anda kini telah memperkenalkan diri anda yang sebenar kepada seluruh umat Islam, bukan sahaja di Indonesia.

2) Indonesia yang selama ini dikenali sebagai ‘negeri hukum (undang-undang)’ dan bukannya ‘negeri kuasa’ kini telah ditukar oleh anda menjadi ‘negeri kuasa’, suatu hal yang rakyat anda sendiri tidak mahukan.

3) Dengan mengharamkan HTI, anda telah merosakkan diri anda sendiri sebagai Muslim dan sebagai pemerintah. Anda telah meletakkan halal dan haram di tangan anda, sedangkan halal dan haram itu di tangan Allah SWT. Kewujudan Hizbut Tahrir sebagai sebuah kelompok dakwah adalah kerana mematuhi perintah Allah SWT di dalam al-Quran Surah Ali Imran ayat 104, dan kesemua aktiviti yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir adalah aktiviti dakwah yang diwajibkan oleh Allah SWT. Dengan mengharamkan Hizbut Tahrir dan segala aktivitinya, maka sesungguhnya anda telah menghalang kewajiban dari dilaksanakan dan hal ini sudah pasti mengundang kemurkaan Allah SWT kepada anda!

4) Anda telah merosakkan Indonesia kerana apa yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir adalah untuk kebaikan Indonesia itu sendiri sebagai sebuah negeri Muslim. Baik Indonesia, Malaysia atau negeri Muslim mana pun, hanya akan baik apabila syariah Allah SWT ditegakkan secara kaffah di situ. Nah inilah yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir yakni berusaha menerapkan hukum Allah secara kaffah di bumi mana pun Hizbut Tahrir beraktiviti. Lalu anda menyekat, bahkan mengharamkan sebuah parti yang melakukan aktiviti untuk menegakkan syariah Allah!

5) Hizbut Tahrir sebagai sebuah parti Islam, berusaha siang dan malam untuk menegakkan kembali Negara Khilafah al-Rasyidah ala minhaj nubuwwah dan mempersatukan kaum Muslimin di seluruh dunia di bawah satu negara dan satu bendera, sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat telah melakukannya. Lalu anda menghalang tugas yang wajib lagi mulia ini. Anda bukan sahaja sudah tidak punya malu kepada Allah dan kaum Mukminin, bahkan anda begitu berani melanggar perintah Allah yang mewajibkan kaum Muslimin bersatu di bawah satu kepimpinan dan satu negara.

6) Wahai sang presiden! Ingatlah bahawa apa sahaja usaha yang anda lakukan untuk menyekat dakwah Hizbut Tahrir tidak akan memperlambatkan penegakan syariah dan Khilafah walau sesaat pun. Sesungguhnya masa kekuasaan anda sudah semakin tamat dan masa kembalinya Khilafah sudah semakin dekat. Maka sedarlah bahawa apa yang anda lakukan itu bukan sahaja sia-sia di dunia, malah menjadi pemberat azab anda di akhirat. Maka ambillah peringatan ini dalam sisa-sisa waktu anda sebelum anda dipanggil menghadap Rabb anda.

7) Ingatlah wahai Pak Jokowi bahawa berapa ramai diktator dan rejim di seluruh dunia yang jauh lebih zalim dan lebih kuat daripada anda, telah dihinakan dan dibinasakan oleh SWT dengan kekuasaanNya, sebagaimana Allah SWT membinasakan Firaun dan pengikut-pengikutnya. Jika anda mengambil peringatan ini, maka bertaubatlah dan semoga Allah SWT menunjukkan anda ke jalan yang lurus dan membantu anda dalam pemerintahan dengan hidayah dan kasih sayangNya. Jika anda tetap meneruskan kezaliman anda, maka kepada Allah kami serahkan urusan anda.

Kepada teman-teman seperjuangan dalam HTI, saya mendoakan agar kalian terus sabar, istiqamah dan tingkatkan lagi perjuangan yang mulia ini. Saya yakin bahawa anda tidak akan tergoyah sedikit pun dengan pengharaman ini, malah ia akan menguatkan lagi tekad dan usaha kita ke arah penegakan syariah dan Khilafah. Sesungguhnya semakin kuat ujian yang menimpa kita akan menambahkan lagi keyakinan kita bahawa janji Allah itu semakin dekat. La haula wa la quwwata illa billah.

Abdul Hakim Othman
Juru bicara HTM

WASPADA

AWAS PROYEK PENGGEMUKKAN UNTUK DISEMBELIH

Ingat saudaraku, sebentar lagi bulan Dzulhijjah / bulan haji  datang dan sudah banyak individu masyarakat  yang melakukan penggemukan kambing, sapi dan hewan kurban lainnya untuk dikurbankan (disembelih dan dipotong-potong) dan dagingnya dibagi-bagikan lalu dimasak dan dimakan. Itulah nasib hewan yang telah menikmati rumput-rumput hijau ...

Ingat saudaraku, HTI telah dibubarkan oleh rezim Jokowi sang diktator dengan usulan pemimpin kalian dan banyak diantara kalian yang tertawa girang bahagia menyetujuinya, padahal para syabab HTI adalah saudara-saudara terbaik kalian, mereka mewakili kalian berdakwah kepada Islam yang kaaffah, mereka telah meringankan beban dakwah kalian, karena dakwah kepada Islam kaaffah adalah fardhu kifayah ...

Ingat saudaraku, pemimpin kalian dengan lembaganya telah menerima dan menikmati sejumlah uang dari rezim diktator tersebut dan pasti sejumlah uang itu dibagi-bagikan diantara kalian, saya tidak membahas uang apa dan untuk keperluan apa uang itu, tapi yang jelas untuk "menggemukkan" orang-orang diantara kalian atau kalian sendiri ...

Ingat saudaraku, apakah kalian tidak merasakan, bahwa kalian telah dimasukkan kedalam proyek "penggemukan" untuk kemudian disembelih atau dikorbankan, karena sudah ramai dibicarakan di sana-sini, bahwa rezim diktator tersebut bekerjasama, dikendalikan, dikuasai atau terserah pakai bahasa apa, dengan / oleh partai atau orang-orang komunis ...

Ingat saudaraku, komunis sangat dendam kepada para ulama, kiai, ustadz, ansor - banser dari golongan kalian, maka bisa saja sekarang kalian sedang digemukkan untuk disembelih / dikorbankan, seperti hewan - hewan kurban di atas ... kemudian tidak ada yang menolong kalian karena semuanya sudah dibubarkan ...


Rabu, 05 Juli 2017

DARI HATI YANG PALING DALAM

DARI HATI YANG PALING DALAM: TERIMA KASIH KEPADA ORANG-ORANG YANG MENGHINA DAKWAH HT

Ustadz Choirul Anam, S.Si, M.Si
(Kandidat Doktor, Dosen Departemen Fisika Universitas Diponegoro, Semarang)

Alhamdulillah, kita semua menjadikan dakwah sebagai urusan paling penting di dalam hidup ini. Bahkan, saat kita memanfaatkan media sosial atau media yang lain, tidak ada yang kita bicarakan, kecuali urusan dakwah. Apalagi di dunia nyata: waktu, pikiran, tenaga, dan harta kita curahkan untuk dakwah.

Meski kita semua mebicarakan dakwah, namun relaitanya diantara kita, memang berbeda peran: ada yang membicarakan dakwah untuk menegakkan kalimah Allah swt, dan sebagian lagi ada membicarakan dakwah tetapi dengan cara menghina dan menghujat dakwah. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pemahaman atau karena faktor-faktor lain, yang memang terjadi secara alamiah.

Namun, kami harus akui bahwa meski banyak yang menghujat, menghina, dan memfitnah dakwah HT, mereka memiliki andil yang sungguh luar biasa dalam perkembangan dakwah HT untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan tegaknya Khilafah Rasyidah Ats-Tsaniyah. Seandainya, bukan karena hujatan, hinaan dan fitnahan dari sebagian umat Islam, bisa jadi dakwah HT tidak sebesar dan sekokoh yang sekarang. Dengan tulus, kami sampaikan terima kasih atas jerih payah mereka yang tak kenal lelah. Mereka rapat dan berdiskusi untuk membicarakan HT. Mereka meluangkan waktu yang sangat berharga untuk HT. Baik pagi, siang, sore, atau malam, mereka selalu menyempatkan untuk memperhatikan HT. Mereka korbankan pulsa, tenaga, dan pikirannya untuk membicarakan dakwah HT, meski itu berupa hinaan, hujatan dan terkadang berupa fitnah.

Kami mendapatkan banyak sekali hikmah dan pelajaran yang sangat berharga dari hinaan, hujatan dan fitnahan tersebut. Kami akan jelaskan apa adanya sebagian dari hikmah dan pelajaran yang sangat berharga tersebut. Kami tidak bisa menjelaskan semuanya, namun semoga sebagian hikmah dan pelajaran tersebut, benar-benar bisa kita renungkan bersama. Kami menulis sebagiannya denga hati yang tulus, semoga mereka juga mendapatkan kesempatan untuk membacanya dengan hati yang tulus. Kami sama sekali tidak membenci mereka. Sebaliknya, kami beroda kepada Allah swt, agar kita semua dijadikan hamba Allah swt yang saling menyayangi dan mengasihi, dan besuk di akhirat kita mendapatkan keridloan Allah swt dan masuk surga bersama-sama. Amin ya mujibas sa’iliin.

*****
Terdapat banyak pelajaran dan hikmah yang dapat kami ambil, di sini saya sebutkan hanya enam hikmah, namun sebenarnya banyak lagi hikmah-hikmah yang lain:

Pertama, menjadikan kami senantiasa ikhlas dalam berdakwah.

Kami sangat bersyukur bertemu dengan HT dan berdakwah bersama orang-orang yang ikhlas di dalamnya. Alhamdulillah, HT memang didesain agar semua orang yang berdakwah di dalamnya ikhlas karena mencari ridlo Allah swt, bukan mencari uang, jabatan atau yang lain. Bahkan semua aktivisnya harus berkorban sesuai kemampuannya masing-masing, baik pikiran, tenaga, harta dan jiwa. HT tidak memiliki unit usaha, bisnis, sekolahan, rumah sakit, apalagi menjanjikan jabatan, baik di legislatif, eksekutif, atau apapun yang dijanjikan kepada syababnya. HT hanya mengatakan, jika kita semua ikhlas berjuang bersama-sama karena Allah swt, insya Allah kita mendapatkan ridlo Allah swt. Itu saja, tidak lebih. Dan kunci satu-satunya untuk mendapatkan ridlo Allah swt adalah keikhlasan.

Karena itu, kami terkadang saling memuji dan menyebut satu dengan yang lain sebagai pengemban dakwah (hamilud-dakwah), terkadang kami menyebutnya sebagai minal mukhlisin (termasuk orang-orang yang ikhlas), terkadang kami menyebut satu dengan yang lain sebagai ustadz, dan lain sebagainya. Juga, banyak anggota masyarakat yang menaruh simpati kepada dakwah HT dan memberikan perhargaan dengan tulus kepada kami.

Meskipun, kami tidak ada maksud riya sama sekali, karena kami saling memuji adalah sebagai bentuk ta’dzim (penghormatan) kepada sesama Muslim, apalagi kepada sesama aktivis dakwah, dan kami juga sama sekali tidak mengharap pujian atau sanjungan atau penghargaan dari siapapun. Namun terkadang setan masuk ke hati kami bersamaan dengan pujian dan berbagai sebutan tersebut. Lalu, atas bisikan setan, terkadang kami merasa sebagai pengemban dakwah sejati. Kami merasa sebagai orang baik karena telah berkorban untuk dakwah. Kami merasa telah berbuat sesuatu. Kami merasa sebagai pembela Islam. Kami merasa ikhlas dalam dakwah. Kami merasa telah berjuang untuk umat. Justru itulah yang paling kami takuti, sebab kami takut diperdaya setan dengan pujian dan sebutan itu. Sebab, semua itu akan membatalkan semua amal yang telah kami lakukan. Dengan demikian, kami tidak mendapat apa-apa kecuali hanya pujian dan sanjungan, yang tak ada nilainya sama sekali di hadapan Allah swt.

Namun, alhamdulillah diantara hamba Allah swt ada yang menghina, menghujat dan menghina kami. Semua ini kemudian menetralisis tipu daya setan tersebut. Alhamdulillah, kami diingatkan, bahwa kami hanyalah manusia biasa yang banyak salah dan dosa, kami hanyalah manusia biasa yang banyak kurang dan alpa, kami hanya manusia yang jika tidak berhati-hati dapat sesat dari jalan Allah swt, baik yang kami sadari atau tidak. Ya, kami hanyalah manusia yang banyak dosa, yang ingin bersama-sama umat berjuang untuk Islam, meski hanya setetes air.

Saat kami dikatakan sebagai antek Yahudi atau didanai Amerika, atau sebagai orang-orang sesat, alhamdulillah kami merasa sebagai manusia biasa yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Kami merenungkan kembali semua pujian dan hujatan. Ternyata semunya tidak ada nilainya di hadapan Allah swt. Ternyata di akhirat nanti, segala pujian atau hinaan, tidak artinya sama sekali. Hanya keridloan Allah swt yang bernilai. Saat kami diakatakan OMDO, memang benar kami akui, belum ada yang kami lakukan untuk umat ini, kecuali hanya sebutir pasir. Dan sebutir pasir itu sama sekali tidak ada nilainya, kecuali dengan digabungkan dengan berjuta-juta butiran pasir yang lain dari semua komponen umat ini.

Sungguh, dengan hujatan dan hinaan tersebut, kami merasa mendapatkan keseimbangan. Seandainya, tidak ada yang menghina atau menghujat kami, mungkin kami sudah menjadi pengabdi nafsu, pengejar pujian, dan tertipu setan, tanpa kami sadari.

Inilah hikmah dan pelajaran paling berharga dari semua hinaan, hujatan, dan sebagian fitnah bagi para aktivis dakwah. Terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah sudi mengingatkan kami, meskipun dalam bentuk yang tak biasa.

Kedua, menjadikan kami berlatih kesabaran dan keistiqomahan.

Pelajaran berharga yang kedua adalah kami berlatih kesabaran dan keistiqomahan. Sebab, kesabaran dan keistiqomahan ini adalah kunci keberhasilan dakwah. Kesabaran dan keistiqomahan juga merupakan anak tangga agar derajat kita ditinggikan oleh Allah swt. Rasulullah saw dan para sahabatnya, derajatnya terus diangkat oleh Allah swt, tak lain dan tak bukan, karena beliau-beliau selalu istiqomah di dalam dakwah.

Kesabaran dan keistiqomahan hanya akan bermakna jika di sana ada tantangan-tantangan atau hambatan-hambatan dakwah. Bisa jadi berupa ejekan, hinaan, fitnah, atau berupa jebakan harta dan jabatan, atau bisa jadi berupa tekanan secara fisik seperti penyiksaan atau pembunuhan, dan lain sebagainya. Hal ini tergambar dengan sangat jelas dalam kitab-kitab sirah Nabi yang ditulis oleh para ulama, seperti sirah Ibnu Hisyam, dan lain sebagainya.

Karena itu berbagai ejekan, hinaan, dan beberapa berupa fitnah yang dilakukan oleh sebagain saudara kami, justru kami anggap sebagai kebaikan. Dengan itu kami berlatih sabar dan istiqomah. Karena kami baru berlatih, kadang-kadang diantara kami masih ada yang terpancing untuk marah dan ingin membalas. Itu sangat wajar. Tetapi, terus terang pelajaran tersebut sungguh sangat berharga dan membuat para aktivis dakwah semakin dewasa dalam bersikap.

Kami tahu bahwa berbagai ejekan dan sebagian fitnah terkadang membuat telinga kami memerah, juga membuat sebagian masyarakat menjauh dari dakwah. Tetapi di sana justru terdapat hikmah yang luar biasa, sehingga kami harus benar-benar sabar dan istiqomah di dalam dakwah ini.

Seandainya di dalam dakwah ini tidak ada ejekan, hinaan dan berbagai fitnah, mungkin dakwah ini akan terasa hambar, datar, dan tak ada dinamikanya. Juga, jika tidak ada semua itu, sabar dan istiqomah juga jadi tak terlalu bernilai. Sebab, sabar dan istiqomah itu menjadi sangat bernilai saat di sana ada ujian dan tantangan. Semakian berat ujian dan tantangan, semakin bernilai pula sebuah kesabaran dan keistiqomahan.

Kami harus berterima kasih kepada saudara-saudara kami yang telah menghadirkan berbagai tantangan dan hambatan, sehingga dakwah semakin dinamis dan yang terpenting sikap sabar dan istiqomah menjadi sangat bermakna bagi kami.

Ketiga, menjadikan dakwah semakin solid dan menjadikan para aktivis dakwah semakin militan.

Insya Allah kami berdakwah semata-mata didasari oleh kesadaran kami bahwa dakwah adalah kewajiban agung dari Allah swt, dan kami tidak mengharap apapun kecuali ridlo dari Allah swt. Inilah yang membuat dakwah jadi solid dan para aktivis dakwah menjadi militan. Kami juga sadar, bahwa di dalam dakwah ini pasti ada tantangan, hambatan, dan rintangan dalam bentuknya yang beraneka ragam. Kami sadar itu sesadar-sadarnya.

Oleh karena itu, saat di dalam dakwah kami menemukan berbagai ejekan, hinaan, dan berbagai fitnah, bagi kami itu sudah kami ketahui sebelumnya. Dan hal itu, tentu saja menjadi motivasi tersendiri bagi kami, sehingga dakwah semakin solid dan para aktivis juga menjadi semakin militan.

Hal ini juga sesuatu yang alamiah. Jangankan orang yang berdakwah karena Allah dan di jalan Allah swt. Bahkan orang-orang yang berjuang dalam jalan yang keliru (seperti orang-orang sosialis), saat mereka menemukan berbagai halangan, tantangan dan rintangan, hal itu justru membuat mereka semakin solid dan militan. Tantangan dan rintangan itu seperti obat, rasanya pahit, tetapi mmebuat badan terasa segar setelah itu. Karena itu, biasanya para tokoh-tokoh mereka justru menghadirkan tantangan dan rintangan itu dengan sengaja, dalam rangka meningkatkan soliditas organisasi dan menambah militansi para aktivisnya. Ibarat lebah, saat ada tantangan dari luar, mereka bahkan siap berkorban sampai titik darah penghabisan. Mereka rela menyengat pihak eksternal yang mengusiknya, meski untuk itu mereka harus mati.

Dalam dakwah Islam, tentu saja kita tidak pernah mendesain agar tantangan dan rintangan itu datang, namun secara alamiah tantangan dan rintangan itu datang dengan sendirinya. Diantaranya adalah dari sebagian saudara kami sendiri, yaitu berupa ejekan, hinaan dan terkadang berupa fitnah dan lain sebagainya. Seandainya bukan karena berbagai ejekan, hinaan, dan berbagai fitnah, bisa jadi dakwah HT tidak sesolid yang sekarang dan aktivisnya tidak semilitan yang sekarang ini. Karena itu, kami harus berterima kasih kepada saudara-saudara kami yang sangat berjasa terhadap dakwah ini, meski tidak secara langsung.

Kelima, menjadikan banyak orang yang semakin penasaran tentang dakwah HT.

Diantara berkah dari adanya berbagai ejekan, hinaan dan fitnah terhadap dakwah adalah semakin tersebar luasnya dakwah. Tanpa kita sadari, informasi dakwah terkadang tersebar melalui berbagai hinaan, hujatan dan fitnah. Hal ini membuat banyak orang yang semakin ingin tahu, penasaran dan membuktikan kebenaran berbagai hinaan dan fitnah tersebut. Masyarakat di kampung kecil atau di suatu pesantren tradisional, sebenarnya mereka tidak tahu menahu dan tidak tertarik sama sekali dengan HT. Namun, karena banyaknya informasi yang disampaikan oleh pihak tertentu agar waspada dengan HT, akhirnya banyak diantara mereka yang mengenal HT. Ini adalah informasi gratis tentang dakwah. Orang sering menyebut sebagai iklan gratis.

Bukan hanya informasi dakwah yang tersebar, dari sini juga akhirnya ada banyak kader dakwah baru yang muncul. Dari berbagai ejekan dan fitnah, banyak orang yang ingin tahu hakikat yang sebenarnya, lalu mereka mendapatkan informasi yang benar tentang dakwah. Seandainya tidak ada hinaan dan fitnah terhadap dakwah, mungkin orang tersebut tidak akan mencari tahu atau ingin tahu tentang dakwah.

Hal ini juga seperti yang dialami pada zaman Nabi Muhammad saw. Saat itu, beliau dituduh sebagai tukang sihir yang sangat berbahaya bagi masyarakat. Setiap ada tokoh dari luar Makkah yang berhaji selalu ditakut-takuti oleh tokoh-tokoh Makkah agar tidak berbicara dengan Nabi Muhammad saw, karena itu sangat berbahaya. Tanpa disadari oleh tokoh-tokoh Makkah saat itu, bahwa tindakannya ini justru menyebarkan berita tentang Rasulullah saw dan dakwahnya. Seandainya mereka tidak menyebarkannya, mungkin tokoh-tokoh luar Makkah tidak mengenal dan tidak tertarik dengan Nabi Muhammad saw, tetapi karena mereka ditakut-takuti tentang Nabi Muhhamd saw, justru membuat orang-orang yang cerdas ingin mengetahui masalah yang sebenarnya. Diantaranya adalah seorang tokoh bernama Thufail ibnu Amr ad-Dausy.

Thufail menirukan ucapan tokoh-tokoh Makkah, “Ya Thufail,  engkau telah datang ke negeri kami. Ada seorang laki-laki yang menyatakan dirinya sebagai seorang Nabi. Ia telah membuat kami semua susah dan memecah belah masyarakat kami. Kami amat takut jika hal ini terjadi di kaummu sebagaimana yang kami alami sekarang. Maka, janganlah engkau pernah berbicara dengannya. Janganlah engkau dengarkan perkataannya. Sesungguhnya ia memiliki ucapan seperti sihir yang dapat memisahkan antara seoang anak dengan bapaknya. Antara saudara dengan saudaranya yang lain. Antara seorang istri dengan suaminya”.

Sebagai seorang manusia biasa, beliau sempat terhasud dengan fitnah dari tokoh-tokoh Makkah dan beliau menutup telinganya dengan kapas agar tidak mendengar ucapan Nabi Muhammad saw. Namun saat beliau melihat Rasulullah saw, akhirnya beliau justru tertarik ingin mendengarnya. Beliau berkata kepada dirinya sendiri: “Engkau adalah seorang penyair yang pintar dan cerdas. Mengapa engkau tidak dapat membedakan yang jelek dan yang baik. Apa yang mengahalangimu mendengarkan perkataannya? Jika yang dibawanya itu kebaikan hendaklah engaku terima, dan jika jelek engkau tinggalkan”. (Lihat kisah lengkapnya dalam kitab Shuwarun Min Hayati Ash-Shohabah)

Akhirnya beliau justru yang mengajak bicara Rasulullah saw lebih dahulu karena sangat penasaran dengan berbagai ejekan dan fitnah yang disampaikan oleh para tokoh Makkah kepada beliau. Akhirnya, seperti yang dikatakan oleh tokoh-tokoh Makkah, beliau terkena “sihir” dan masuk Islam.

Jadi, berbagai ejekan, hinaan, hujatan, dan berbagai fitnah terhadap dakwah, justru menambah semakin berkembangnya dakwah dan membuat masyarakat semakin penasaran tentang dakwah.

Keenam, menjadikan kami banyak belajar dan terus melakukan kajian.

Terus terang, kami bukan orang hebat dengan ilmu yang mumpuni. Memang, diantara kami ada ulama yang memiliki ilmu lebih dibanding yang lain, namun sebagian dari kami adalah masyarakat biasa seperti pada umumnya. Karena itu, kami terus belajar apapun yang bisa kami pelajari. Setiap saat kami selalu belajar, baik di dalam halaqoh maupun di luar halaqoh. Sebagai orang yang belajar, terkadang kami kurang perhatian atau kurang memahami ilmu-ilmu Islam yang memang sangat luas.

Namun, dengan berbagai pertanyaan yang menyudutkan, hinaan, atau beberapa berupa fitnah, membuat kami semakin banyak belajar dan semakin perhatian dalam belajar.

Seandainya kami tidak dituduh sebagai “menolak hadits ahad”, mungkin kami hanya belajar ilmu hadits ala kadarnya. Hanya mendengarkan para ustadz sambil mengantuk atau sambil santai-santai. Namun, karena banyaknya tuduhan tersebut, kami harus banyak belajar, dan mengkaji berbagai kitab dari para ulama yang mu’tabaroh. Akhirnya, kami terdorong untuk mengkaji sedalam-dalamnya, dan bertanya kepada para ustadz sedetil-detilnya.

Seandainya tidak ada orang yang menuduh bahwa Khilafah hanyalah khayalan Syeikh Taqiyuddin dan tidak ada ulama yang mengatakannya, mungkin kami hanya mencukupkan mengkaji kitab-kitabnya Syeikh Taqiyuddin. Namun, alhamdulillah banyak sekali tuduhan dan ejekan tentang Khilafah, sehingga kami harus banyak mengkaji dan menelusurinya dari kitab-kitab para ulama. Akhirnya kami menjadi sangat terbiasa dan familier dengan kitab-kitab para ulama madzhab dan ulama mu’tabroh yang lain. Kalau sebelumnya, kitab-kitab tersebut hanya untuk sekedar dimiliki, sekarang kitab-kitab tersebut harus kami kaji dengan seksama.

Seandainya tidak ada yang menuduh bahwa HT mengajarkan sembrono dalam ijtihad, maka mungkin kami hanya mengkaji kitab-kitab ushul fiqih ala kadarnya. Namun, alhamdulillah, banyaknya tuduhan tersebut membuat kami harus belajar tentang masalah itu sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin.

Dan masih ada ratusan atau mungkin bahkan ribuan tuduhan, hinaan dan sebagian lagi fitnah yang lain. Alhamdulillah semua itu membuat kami harus terus belajar dan mengkaji untuk memahami hakikat yang sebenarnya.

Jadi, setiap tuduhan, hinaan, fitnahan atau apapun hanya kami maknai sebagai “motivasi untuk terus mengkaji dan mengkaji lagi”. Oleh karena itu, kami ucapkan terima kasih atas motivasi yang sangat mujarab tersebut.

Ketujuh, menjadikan kami semakin kreatif.

Harus diakui bahwa adanya berbagai tuduhan, ejekan, hinaan dan berbagai fitnah membunuh kami semua semakin kreatif dalam berdakwah. Sekedar contoh, karena adanya berbagai hinaan dan fitnah itu, kemudian muncul berbagai tulisan dan buku sebagai responnya. Tulisan ini misalnya, tidak akan pernah ada seandainya tidak ada berbagai ejekan, hinaan dan berbagai fitnah tersebut. Semakin dihina dan difitnah, maka dakwah akan semakin kreatif.

Ibaratnya setiap ada aksi pasti ada reaksi. Karena itu setiap ada pertanyaan, membuat kami hari berusaha untuk membrikan jawaban. Setiap ada fitnah, membuat kami selalu mengkaji ulang berbagai pemikiran dan gagasan. Intinya, setiap ada ejekan, hinaan dan berbagai fitnah, yang pertama kami harus ikhlas menerimanya, dan yang kedua membuat kami harus melakukan sesuatu dengan cara yang lebih baik dan lebih baik lagi. Inilah yang akhirnya membuat kami semakin kreatif.

*****
Sungguh jasa mereka sangat besar. Setiap mereka menghujat, maka kami semakin banyak mendapatkan kebaikan seperti disebutkan di atas. Sungguh, kami sangat senang dan berterima kasih atas pelajaran sangat berharga yang mereka berikan kepada kami.

Namun demikian, karena kami sangat sayang kepada mereka, saudara kami sesama Muslim, kami tidak ingin bahwa kami mendapat kebaikan sedangkan mereka mendapatkan keburukan. Kami sangat berkeinginanan win-win solution. Padahal, mereka dan kami sama-sama mencurahkan tenaga dan pikiran. Itu sungguh tidak adil. Kami sangat ingin, bahwa kami mendapat KEBAIKAN, dan mereka juga mendapatkan KEBAIKAN yang serupa.

Sebab, hujatan, makian, dan firnah kepada sesama muslim, akan membawa keburukan kepada pelakunya. Bahkan tindakan itu dapat membuat kebaikan pelakunya berkurang dan menjadi orang bangkrut (muflis). Kami berharapa mereka semua, saudara kami, tidak menjadi orang bangkrut.

Dalam suatu hadits Rasulullah saw bersabda:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?”, Mereka (para sahabat) menjawab: “Orang yang bangkrut di tengah-tengah kami adalah orang yang tidak memiliki uang (dirham) dan dagangannya habis”. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat membawa (pahala) sholat, puasa, dan zakat. Tetapi, ia telah mencela ini (orang lain), menuduh ini (orang lain), memakan hartanya ini (orang lain), menumpahkan darahnya ini (orang lain) dan memukul ini (orang lain). Lalu kebaikannya diberikan kepada orang ini. Jika kebaikannya habis, sementara belum bisa menutupi (dosanya), maka dosanya orang ini (yang dicela dan lain-lain) diberikan kepada dia (yang mencela dan lain-lain). Lalu ia dimasukkan ke dalam neraka”.

Rasulullah saw juga bersabda: “Sesungguhnya orang yang suka menghina manusia (umat Islam yang lain), maka akan dibukakan pintu surga baginya. Kemudian dikatakan kepadanya, “Kemarilah, kemarilah!” Lalu ia datang dengan membawa kebingungan dan kegundahannya. Ketika ia datang, pintu itu ditutup. Kemudian dibukakan pintu yang lain baginya dan dikatakan kepadanya, “Kemarilah, kemarilah!” Kemudian ia datang dengan membawa kebingungan dan kegundahannya. Hal itu terus menerus dilakukan hingga ia dibukakan pintu surga dari pintu-pintu surga, kemudian dikatakan “Kemarilah, kemarilah!”, Tetapi ia tidak mendatanginya karena putus asa”. (HR. Al-Baihaqi).

Karena itulah, kami juga berharap agar teman-teman kami juga mendapat kebaikan.

Sungguh nasihat ini saya sampaikan kepada kita semua, bukan karena rasa benci kami kepada mereka. Tetapi, nasihat ini kami sampaikan karena rasa sayang kami kepada mereka, karena mereka adalah saudara kami sesama Muslim.

Mereka adalah orang-orang yang selalu kami doakan setiap kami berdoa. Dan kami yakin, bahwa kami adalah bagian orang-orang yang mereka doakan saat mereka berdoa. Saat kami melakukan tasyahud dan kami membaca assalamu alainaa wa ‘ala ibadillahis sholihin (semoga kesalamatan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang sholih), yang kami maksud dengan hamba-hamba Allah yang sholih adalah mereka semua, saudara kami sesama Muslim.

Ya Allah, jadikanlah kami sesama Muslim saling mencintai dan menyayangi. Jadikanlah kami seperti bangunan yang satu, dimana satu dan lainnya saling menguatkan. Sungguh, bagi Engkau ya Allah, itu sangat mudah. Ya Arhamar Rohimiin...

Ya Allah, saksikanlah, kami sudah menasehati saudara-saudara kami sesuai kemampuan kami.

Wallahu a’lam.
By. Choirul Anam