Jumat, 06 Januari 2017

ALLAH ITU TIDAK PUNYA ANAK

ALLAH ITU TIDAK PUNYA ANAK
KALAU PUNYA ANAK MAKA ITU BUKAN ALLAH

Bismilaahir Rohmaanir Rohiim
Manusia siapapun yang menuduh Allah punya anak, hendaklah ia memperhatikan baik-baik, bahwa Allah SWT Tuhan semesta alam, Tuhan umat Yahudi, Tuhan umat Kristen dan Tuhan umat Islam, Dia benar-benar telah berfirman:
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
LAM YALID WA LAM YUULAD WA LAM YAKUN LAHUU KUFUWWAN AHAD
"Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". QS Al Ikhlash ayat 3-4.

Yakni, bahwa Allah itu tidak punya anak, tidak punya orang tua, dan tidak punya istri. Seperti firman Allah SWT :
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu". QS Al An'aam [6]: 101.

Dan firman Allah SWT:
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِلا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا
"Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat munkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri". QS Maryam [19]: 88-95.

Dan firman Allah SWT:
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
"Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak". Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahuluinya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya". Al Anbiyaa [21]: 26-27.

Dan firman Allah SWT:
وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
"Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka). Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan". QS Ash Shaaffaat [37]: 158-159.

'An Abi Musa ...
عن أبي موسى رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لا أحد أصبر على أذى سمعه من الله، إنهم يجعلون له ولدا، وهو يرزقهم ويعافيهم . رواه البخاري
Dari Abu Musa ra, Bahwa Nabi SAW bersabda: "Tidak ada seorangpun yang lebih sabar penganiayaan yang didengarnya daripada Allah. Sesungguhnya mereka menjadikan anak bagi Allah. Padahal Allah Yang memberi rizki kepada mereka dan Yang Menyembuhkan mereka". HR Bukhari, Shahih Bukhari, No. 6099.

'An Abi Hurairah ...
عن أبي هُرَيرة، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "قال الله، عز وجل: كذبني ابن آدم ولم يكن له ذلك، وشتمني ولم يكن له ذلك، فأما تكذيبه إياي فقوله: لن يُعيدَني كما بدأني، وليس أول الخلق بأهون عليّ من إعادته. وأما شتمه إياي فقوله: اتخذ الله ولدًا. وأنا الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوًا أحد". رواه البخاري
Dari Abi Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda: "Allah Azza wa Jalla berfirman: "Anak Adam telah mendustakan-Ku padahal tidak boleh baginya hal itu, dan telah mencaci-Ku padahal tidak boleh baginya hal itu. Adapun pendustaannya kepada-Ku, maka perkataannya: "Allah tidak akan pernah mengembalikanku sebagaimana Dia memulai menciptakanku", padahal awal penciptaan itu tidak lebih mudah atas-Ku daripada mengembalikannya. Adapun caciannya kepada-Ku, maka perkataannya: "Allah mengambil anak", padahal Aku adalah Yang Maha Esa, Yang menjadi Tumpuan semua makhluk, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan Yang tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". HR Bukhari, Shahih Bukhari, No. 4974 dan 4975.

Wallahu a'lam bishshawwab ...
(Referensi utama, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Surah Al Ikhlash, Maktabah Syamilah).