Sabtu, 10 September 2016

HIZBUT TAHRIR MERESAHKAN UMAT?!

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Ada-ada saja, di tengah-tengah umat, ada saja sekelompok orang bergelar kiai dan ulama dari kaum Aswaja Sekular, beraninya mereka menuduh bahwa Hizbut Tahrir harus dilarang karena dianggap meresahkan umat.

Saya teringat beberapa tahun silam, dimana Idrus Ramli dengan beraninya mengatakan; "Dari beberapa pandangan HT yang bertentangan dengan ajaran al-Qur'an dan Hadis di atas, kiranya kaum muslimin perlu berpikir jernih dengan hati nurani yang paling dalam, hal-hal yang tersembunyi di belakang jargon khilafah dan tegaknya syariat Islam. Tentu kita akan menolak khilafah dan syariat Islam model HT yang akan menebarkan perpecahan, kebencian, kerapuhan akidah dan dekadensi moral atas nama khilafah dan agama". (Majalah Ijtihad, edisi 28, hal 7, Pondok Pesantren Sidogiri). 

Kemudian saya membantahnya seperti ini ;

BANTAHAN :

Hizbut Tahrir Akan Menebarkan Perpecahan, Kebencian, Kerapuhan Akidah Dan Dekadensi Moral Atas Nama Khilafah?

Paling tidak ada tiga kebodohan sipenuduh terkait tuduhan miringnya terhadap Hizbut Tahrir ;

Pertama; Tidak memahami fikroh dan thariqah Hizbut Tahrir dalam mengemban dakwahnya, dan tidak membaca keseluruhan kitab-kitab Hizbut Tahrir yang dalil-dalilnya sangat kuat, dengan istinbath yang tepat dan akurat, dan dengan redaksi yang sederhana dan mudah dinalar.

Kedua; Tidak memahami fakta dan realita sebab-sebab perpecahan, kebencian, kerapuhan akidah dan dekadensi moral. Padahal sebab-sebab tersebut adalah akibat diterapkannya ideologi kapitalisme yang lahir dari akidah sekularisme yang telah melahirkan sistem demokrasi dan kebebasan ala HAM.

Ketiga; Tidak memahami fakta serta realita ketika Rasulullah saw dan para sahabatnya berdakwah di Mekah. Padahal ketika itu keadaan di Mekah memanas. Berbagai rekayasa, dusta, fitnah dan provokasi telah menjadi senjata kaum kuffar Quraisy untuk meggagalkan dakwah Rasulullah saw. Beliau dituduh sebagai tukang sihir dan orang gila. Tidak berhenti sampai di situ, kaum kufar menyiksa dan membunuh para sahabat. Sampai pahitnya hidup akibat pemboikotanpun pernah dirasakan oleh beliau beserta para sahabatnya. Pada akhirnya nyawa beliau menjadi terancam, dan peristiwa ini telah menuntun beliau berhijrah ke Yatsrib.

Kondisi Mekah saat itu benar-banar memanas dan terjadi perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Anggota keluarga yang telah menerima dakwah Rasulullah saw dan memeluk Islam dibenci, dimusui bahkan diasingkan oleh keluarga besarnya. Dan telah terjadi kondisi saling mencurigai dan saling memata-matai di antara anggota masyarakat. Semua itu terjadi setelah Rasulullah saw mulai mendakwahkan Islam di sana, dan kondisi itu terus berlangsung selama 13 tahun. Akan tetapi kondisi itu terjadi bukan karena dakwahnya beliau, tapi hanya karena penolakan terhadap dakwah. Mereka yang menolak dakwah membuat rekayasa, dusta, fitnah dan provokasi terhadap para pengemban dakwah, yaitu Rasulullah saw beserta para sahabatnya, pada gilirannya kondisi Mekah memanas akibat terjadinya berbagai benturan akidah, pemikiran, pemahaman dan kepentingan di antara para pengemban dakwah dan mereka yang menolak dakwah.

Kondisi tersebut juga terjadi di berbagai negeri di mana Hizbut Tahrir telah memulai dakwahnya di sana. Maka sebagaimana di Mekah kondisi itu tidak disebabkan oleh dakwah Hizbu Tahrir, tetapi disebabkan oleh rekayasa, dusta, fitnah dan provokasi dari orang-orang yang menolak terhadap dakwah Hizbut Tahrir.

Juga kerapuhan akidah dan dekadensi moral yang terjadi di berbagai belahan dunia, semuanya disebabkan oleh diterapkannya ideologi komunisme dan kapitalisme dengan sejumlah ide dan sistem sesatnya, seperti demokrasi, HAM, pluralisme, sinkretisme dan seambrek isme-isme yang lain. Jusru Hizbut Tahrir datang dalam rangka membebaskan umat manusia dari penghambaan kepada kedua ideologi tersebut menuju penghambaan kepada Allah swt semata, yaitu dengan meyakini, mempraktekkan dan mendakwahkan syariat-Nya, yaitu syariat agama Islam, secara keseluruhan, tidak sepotong-sepotong, apalagi dipotong-potong menjadi beberapa bagian  lalu syariat yang sesuai dengan sistem demokrasi dan kebebasan HAM dipraktekkan dan yang tidak sesuai harus dibuang.

Saya sendiri telah merasakan, mendengar dan melihat dengan hati, pendengaran dan penglihatan saya sendiri, betapa kuatnya akidah yang tertanam di dalam dada para syabab dan syabah Hizbut Tahrir, ini terdeteksi dari pengamalan serta perjuangan mereka terhadap syariat Islam, dan betapa  tingginya etika dan moral mereka, ini terdeteksi dari keseharian mereka, baik ketika mereka saling berpisah maupun ketika mereka berkumpul, di mana sesuatu yang menjadi masalah utama serta ikatan mereka adalah Islam dan akidah Islam.

Sehingga ketika saya baru masuk ke dalam komunitas mereka, saya merasakan berada di tengah-tengah komunitas orang-orang shaleh dan para hamba Allah yang mempersembahkan kehidupannya untuk meninggikan kalimatNya. Saya tidak merasakan kondisi seperti itu sebelumnya.

Apalagi ketika saya menyaksikan ratusan atau ribuan Liwa (Liwaul Hamdi; bendera putih bertuliskan dua kalimat tauhid Laa ilaha illallaoh, Muhammadur Rasululloh berwarna hitam) dan Rayah (Royatul 'Uqab; bendera hitam bertuliskan dua kalimat tauhid berwarna putih) berkibar, juga saya tidak melihat pemandangan itu sebelumnya. Sampai-sampai di bulan Ramadlan saya bermimpi mengaji kepada Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani dan bermimpi melihat khilafah berdiri dengan kibaran Liwa dan Royah menyelimuti dunia. Maka saya selalu berdoa kepadaNya agar saya tidak mati sebelum menyaksikan berdirinya khilafah ala minhajin nubuwwah. Aamiin …   

Kamis, 08 September 2016

BAGI HIZBUT TAHRIR AQIDAH ISLAM SUDAH CUKUP

Aqidah Islam Sudah Lebih Dari Cukup

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Di berbagai kitabnya, yang telah diadopsi oleh Hizbut Tahrir, Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani hanya membicarakan, memahamkan dan memantapkan Akidah Islam, yaitu rukun iman yang enam, karena cita-cita besar beliau adalah mendirikan partai politik Islam, untuk mendirikan Daulah Khilafah Rasyidah, untuk menerapkan syariat Islam secara total, untuk menggapai ridha Allah swt.

Akidah Islam sudah lebih dari cukup untuk menjadi asas sebuah partai politik, menjadi asas Negara dll. Dalam kitab Ta'rif Hizbut Tahrir tertulis; "Akidah Islam adalah asas Islam, dan asas sudut pandang Islam dalam kehidupan. Akidah Islam adalah asas bagi Negara, asas bagi undang-undang dasar dan undang-undang yang lain, dan asas bagi setiap perkara yang memancar darinya atau dibangun di atasnya, dari pemikiran Islam, hukum-hukum Islam dan konsepsi Islam. Maka akidah Islam adalah kepemimpinan ideologis, adalah landasan ideologis, adalah akidah politik, karena semua pemikiran, hukum, ide dan konsep yang memancar darinya atau dibangun di atasnya, semuanya berhubungan dengan urusan dunia serta pengaturannya, sebagaimana berhubungan dengan urusan akhirat…".

Juga akidah Islam telah mencukupi untuk menjadi ikatan di antara kaum muslim yang di antara mereka adalah para syabab Hizbut Tahrir, dan menjadi energi yang dahsat yang mampu menggerakkan mereka untuk beramal shaleh dan berdakwah tanpa lelah.

Rasulullah Saw sendiri ketika memotifasi para sahabat untuk beramal saleh cukup dengan kalimat "barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ...", sebagaimana beliau bersabda;
من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أوليصمت، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم جاره، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه. رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة.
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya mengatakan kebaikan atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya memuliakan tamunya."

Al-Qur'an-pun juga demikian, coba perhatikan ayat-ayat berikut:
وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوفِ ذَلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكُمْ أَزْكَى لَكُمْ وَأَطْهَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (232)
"Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma'ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui". QS al-Baqaroh [2]: 232. 

Dan Allah SWT berfirman:
  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ...
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian…". QS al-Baqaroh [2]: 264.

Dan Allah SWT berfirman:
  وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آَمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آَمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ...
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian…". QS al-Baqaroh [2]: 126.

Dan Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا (59)
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Quran) dan ar-Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya". QS an-Nisa' [4]:59.
Dan ayat-ayat yang lain, yaitu Ali 'Imron: 114, An-Nisa: 162, Al-Maidah: 69, At-Taubah: 18, 19, 29, 44, 45 dan 99.

Jadi akidah Islam itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi asas sebuah partai  politik, asas sebuah Negara, dan menjadi ikatan dan mesin penggerak bagi kaum muslim dan para syabab.

Asalkan akidah yang benar-benar menjadi akidah, yaitu akidah yang ada di dalam dada, bukan akidah rumusan atau rumusan akidah yang tertulis pada lembaran-lembaran kitab dan tertumpuk di atas rak, tanpa dimasukkan dan diyakini di dalam hati, karena akidah rumusan atau rumusan akidah ini tidak akan bisa menjadi ikatan dan mesin penggerak di antara kaum muslim dan para syabab, apalagi bisa membangkitkan.

Dan fakta seperti ini dapat kita pahami dari memahami siroh Rasulullah Saw dan para sahabatnya beserta sejumlah dalil dari al-Qur'an dan as-Sunnah.

Inilah jawaban kenapa Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani hanya fokus dengan menanamkan, memantapkan dan mengkristalkan akidah Islam dalam mengkader para syababnya. Meskipun demikian Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani tidak menolak adanya rumusan akidah selain akidah Islam asalkan digali dari dalil-dalil yang qath'iy.

Ini telah diisyaratkan oleh beliau dalam kitab Syakhshiyyah-nya:
فالإيمان بالله وملائكته وكتبه ورسله وباليوم الآخر وبالقضاء والقدر خيرهما وشرهما من الله تعالى هو العقيدة الإسلامية. والإيمان بالجنة والنار والملائكة والشياطين وما شاكل ذلك هو من العقيدة الإسلامية. والأفكار وما يتعلق بها والأخبار وما يتعلق بها من المغيبات التي لا يقع عليها الحس يعتبر من العقيدة.
"Maka iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-Nya, dan kepada hari akhir, dan kepada qadha’ dan qadar dimana baik dan buruknya dari Allah swt. adalah akidah Islam. Dan iman kepada surga, neraka, malaikat, setan dan sejenisnya adalah akidah Islam. Dan [iman kepada] pemikiran-pemikiran dan yang terkait dengannya, berita-berita dan yang terkait dengannya dari perkara-perkara ghaib yang tidak dapat tersentuh oleh indra semuanya termasuk akidah". 

Selasa, 06 September 2016

AKIDAH HT TIDAK JELAS?

AKIDAH HIBUT TAHRIR SUDAH SANGAT JELAS

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Ironis memang, seiring dengan semakin jelas dan berkembang pesatnya Hizbut Tahrir, dengan fikrah serta thariqahnya yang jelas terbuka bagi siapa saja yang mau membaca, mengkaji dan menelitinya, tidak sedikit dari para tokoh, kiai, ulama, ustadz dan intlektual, yang menuduh bahwa AKIDAH HIZBUT TAHRIR TIDAK JELAS. Ya ironis memang.

Tuduhan itu bisa terjadi karena ; 1) yang menjadi standarnya bukan Alqur'an dan Assunnah, tetapi kitab-kitab kalam, 2) sipenuduh tidak mengkaji langsung terhadap kitab-kitab Hizbut Tahrir, tetapi hanya qiila wa qaala dari kitab-kitab atau buku-buku yang ditulis oleh para pecundang tukang fitnah, 3) akidah sipenuduh sendiri sebetulnya yang tidak jelas, akidah islam, ahlussunnah, atau sekular?, dan 4) tidak mengerti kalau akidah Hizbut Tahrir adalah akidah islam, yaitu rukun iman yang enam. Titik.

Jadi sebenarnya yang tidak jelas adalah standar dan rujukan sipenuduh, bahkan bisa jadi ilmu dan akidah sipenuduh sendiri ...

Sekarang perhatikan akidah Hizbut Tahrir yang sangat jelas:

Di dalam kitab Syakhshiyyah Islamiyyah juz I hal. 43 ditegaskan :
ﻫﺬﻩ ﻫﻲ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺠﺐ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﻬﺎ ﻭﻫﻲ ﺧﻤﺴﺔ ﺃﻣﻮﺭ : ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻣﻼﺋﻜﺘﻪ ﻭﻛﺘﺒﻪ ﻭﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭﺗﺆﻣﻦ ﺃﻳﻀﺎ ﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ ﻭﻻ ﻳﻄﻠﻖ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻹﺳﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺸﺨﺺ ﻭﻻ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻣﺴﻠﻤﺎ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺁﻣﻦ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﺨﻤﺴﺔ ﺟﻤﻴﻌﻬﺎ ﻭﺁﻣﻦ ﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ...
"Ini adalah sejumlah perkara yang wajib diimani, yaitu lima perkara: Iman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya dan Hari Akhir, dan juga beriman kepada Qadha dan Qadar. Dan tidak dikatakan Iman kepada Islam atas seseorang dan tidak pula ia dianggap sebagai muslim, kecuali ketika ia telah beriman kepada lima perkara ini, semuanya, dan beriman kepada Qadha dan Qadar…".

Redaksi diatas sama dengan redaksi hadis berikut;
"... ﻗﺎﻝ ﻓﺄﺧﺒﺮﻧﻲ ﻋﻦ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻗﺎﻝ ﺃﻥ ﺗﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻣﻼﺋﻜﺘﻪ ﻭﻛﺘﺒﻪ ﻭﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭﺗﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻘﺪﺭ ﺧﻴﺮﻩ ﻭﺷﺮﻩ ... ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ
"…Jibril berkata: "Terangkan kepadaku tentang Iman!", Nabi saw bersabda: "Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya dan Hari Akhir, dan beriman kepada Qadar baik dan buruknya…".HR Muslim dari 'Umar ra.

Pada hadis ini Nabi saw pertama kali menuturkan lima perkara yang wajib diimani lalu menambah satu lagi dengan mengathafkan kata tu'minu kepada kata tu'minu yang pertama dengan memakai hurf 'athaf waawu. Ini sama dengan redaksi kitab Shakhshiyyah diatas. Jadi lima ditambah satu sama dengan enam.

Sebagaimana firman Allah swt berikut:
ﻳﺎﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﻧﺰﻝ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻧﺰﻝ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﻭﻣﻦ ﻳﻜﻔﺮ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻣﻠﺌﻜﺘﻪ ﻭﻛﺘﺒﻪ ﻭﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻓﻘﺪ ﺿﻞ ﺿﻼﻻ ﺑﻌﻴﺪﺍ
"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada RasulNya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitabkitab-Nya, rasul-rasulnya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya". (QS Annisa' ayat 136).

Juga di halaman yang lain Syaikh Taqiyyuddin menegaskan;
ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﻫﻲ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭ ﻣﻶﺋﻜﺘﻪ ﻭ ﻛﺘﺒﻪ ﻭ ﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭ ﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ ﺧﻴﺮﻫﻤﺎ ﺷﺮﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ } ﺍﻟﺸﺨﺼﻴﺔ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ : ﺝ 1 ، ﺹ : 29 }.
"Akidah Islam ialah beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya, hari akhir dan qadha dan qadar di mana baik dan buruknya dari Allah swt".

Dan beliau menegaskan ;
ﻓﺎﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻣﻼﺋﻜﺘﻪ ﻭﻛﺘﺒﻪ ﻭﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ ﺧﻴﺮﻫﻤﺎ ﻭﺷﺮﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ . ﻭﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﺠﻨﺔ ﻭﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻭﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻭﻣﺎ ﺷﺎﻛﻞ ﺫﻟﻚ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ . ﻭﺍﻷﻓﻜﺎﺭ ﻭﻣﺎ ﻳﺘﻌﻠﻖ ﺑﻬﺎ ﻭﺍﻷﺧﺒﺎﺭ ﻭﻣﺎ ﻳﺘﻌﻠﻖ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻐﻴﺒﺎﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﻘﻊ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﺤﺲ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ } ﺍﻟﻤﺮﺟﻊ ﺍﻟﺴﺎﺑﻖ، ﺹ : 195 }.
"Jadi beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya, hari akhir dan qadha dan qadar di mana baik dan buruknya dari Allah swt adalah akidah islamiyyah. Beriman kepada surga, neraka, syetan dlsb. Adalah termasuk akidah Islam. Dan pemikiran-pemikiran dan yang terkait dengannya, dan berita-berita dan yang terkait dengannya dari sejumlah perkara ghaib yang tidak tersentuh oleh indra semuanya tergolong akidah Islam".

Untuk membantu memahami akidah Hizbut Tahrir, baca dan pahami enam edisi HIZBUT TAHRIR QADARIYAH? di bawah ini :

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-01.html?m=1

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-02_23.html?m=1

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-03_23.html?m=1

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-04_23.html?m=1

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-05_23.html?m=1

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-06_23.html?m=1

Anda setuju, tinggalkan jejak dan sebarluaskan!